Denpasar Uji Coba Pembelajaran E-Learning di 2 SMP, Ini Manfaat dan Cara Kerjanya
Awal tahun 2019 ini, Dinas Pendidikan Kota Denpasar melakukan uji coba pembelajaran dengan berbasis daring (online) atau e-learning.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Awal tahun 2019 ini, Dinas Pendidikan Kota Denpasar melakukan uji coba pembelajaran dengan berbasis daring (online) atau e-learning.
Uji coba ini dilaksanakan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di dua sekolah yakni SMP PGRI 2 Denpasar dan SMP Negeri 3 Denpasar.
Sementara untuk Sekolah Dasar akan dilakukan secara bertahap menunggu evaluasi selanjutnya.
"Untuk uji coba kami telah memulai Januari 2019 ini. Kami kerja sama dengan Bamboo Media," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Denpasar, Wayan Gunawan ketika dihubungi, Selasa (5/2/2019) siang.
Dalam proses uji coba ini Disdik hanya perlu menyiapkan koneksi internet dan sekolah untuk proses uji coba yang kemudian dipilih SMP Negeri 3 Denpasar dan SMP PGRI 2 Denpasar sebagai perwakilan sekolah negeri dan swasta.
"Pertama disiapkan aplikasi gratis, kami cuma siapkan internet dan sekolah. Kami kemudian langsung berikan pelatihan kepada guru dan admin di sekolah," kata Gunawan.
Untuk siswa sendiri diberikan PIN sebagai akses untuk membuka aplikasi.
Aplikasi ini bisa dibuka dengan menggunakan telepon pintar maupun dengan laptop.
"Aplikasi boleh diakses oleh siswa maupun orangtua dengan menggunakan PIN tersebut. Aplikasi ini bisa membantu orangtua memantau proses belajar siswa di sekolah," katanya.
Gunawan pun memaparkan keunggulan dari pembelajaran menggunakan sistem e-learning yang tengah diujicobakan ini.
Keunggulan pertama, siswa yang berhalangan hadir ke sekolah bisa membuka aplikasi ini dan dapat mengikuti semua pelajaran yang telah diberikan di sekolah termasuk semua aktivitas yang dilaksanakan di kelas saat pembelajaran.
"Karena siswa kami di Denpasar kan banyak yang mengikuti kegiatan baik lomba maupun pelatihan siswa lainnya, sehingga mereka bisa belajar di mana saja dan kapan saja. Sehingga mereka tidak akan ketinggalan pelajaran," papar Gunawan.
Dari sudut pandang guru, dengan aplikasi ini guru bisa mengmbangkan metode pembelajaran sesuai dengan keinginnan tergantung inovasi guru itu sendiri.
Untuk inovasi guru ini akan langsung dibimbing oleh tim dari Bamboo Media.
Baca: Ombudsman Minta Dinas Pendidikan Mendata Siswa untuk PPDB 2019
Baca: Bahas RUU Permusikan di ISI Denpasar, Indra Lesmana: Mas Anang Kurang Gaul
Baca: Melongok Pohon Renta via Aplikasi, Kerja Sama DLHK dan Unud Mendata Pohon-pohon di Denpasar
"Ini bisa dikembangkan tergantung inovasi guru, dan di dalamnya ada soal, materi, maupun kuis. Bisa juga aplikasi ini dibuka di kelas lalu ditampilkan di LCd yang akan membantu untuk menerangkan materi kepada siswa," imbuhnya.
Dengan e-learning ini, keluarga juga bisa memantau anaknya dalam proses pembelajaran dan bisa membantu anaknya dalam menjawab soal dalam aplikasi.
Siswa juga bisa sharing dengan temannya jika ada permasalahan.
"Misal murid A tidak ngerti soal Bahasa Inggris, bisa sharing dengan temannya terkait maksud soal tersebut. Itu keunggulan yang dijanjikan Bamboo Media kepada kami," katanya.
Pihaknya akan melakukan evaluasi uji coba e-learning ini pada bulan April 2019 mendatang.
Jika hasilnya baik, akan dikembangkan ke sekolah lain.
Gunawan juga meminta inisiatif sekolah lain untuk belajar ke SMPN 3 Denpasar sebelum diterapkan secara utuh, sehingga sekolah akan lebih siap saat diterapkan secara global. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-transaksi-online_20160319_151237.jpg)