Sudah 4 Hari Air Keruh dan Ngadat, Warga Dalung Harus Begadang untuk Tampung Air PDAM
sejumlah daerah seperti Dalung, Buduk, Tibubeneng, Abianbase, Muding, Kesambi, Sempidi, Darmasaba, dan sekitarnya alami kesulitan air
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Widyartha Suryawan
“Kami juga dibantu oleh warga yang memiliki tandon-tandon air. Kami kirim air lewat mobil tangki,” paparnya.
Suyasa menyampaikan, saat ini pihaknya juga kekurangan reservoir. Di daerah Dalung misalnya, tak ada satupun reservoir.
Akibatnya, saat aliran air terganggu, tak ada cadangan. Padahal idealnya per 50 pelanggan tersedia satu reservoir.
“Dalung pendudukanya begitu besar, tak ada satu pun reservoir. Jadi tidak ada stok air untuk mereka bertahan jika terjadi krodit,” terangnya.
Pihaknya berencana menambah saringan dan reservoir. Namun sementara tetap ada kemungkinan terkendala karena tidak ada tempat prasedimentasi.
“Jadi kami akan menambah infrastruktur seperti saringan dan reservoir. Tapi untuk membangun reservoir cukup tinggi nilainya, jadi mungkin kami mohon bantuan dari pusat, provinsi, atau kabupaten. Selain itu, kami juga terkendala lahan. Jadi kalau bisa menggunakan lahan pemerintah, alangkah lebih bagus,” jelasnya.
Pasokan 20 Ribu Pelanggan bermasalah
Terkait masalah pompa, Suyasa menargetkan pada Kamis (21/2/2019) besok sudah pulih.
Bahkan untuk melengkapi kebutuhan air pelanggan, pihaknya sudah berupaya maksimal mengerahkan petugas untuk mengirim air lewat mobil tangki.
“Begitu air mati, petugas kami langsung ke lokasi untuk mengirim air. Ini petugas kami terus keliling di lapangan. Tapi memang kendalanya warga juga banyak tidak memiliki tempat penampungan air,” jelasnya.
“Sekarang perkiraan kami 20 ribu pelanggan yang bermaslah dalam air bersih. Tapi kami terus berupaya, dan hari ini (kemarin) pemasangan pompa, dan uji coba. Kamis kami perkirakan normal,” tukasnya. (*)