Nyoman Yudhara dan 5 Penghuni Ashram Rencananya Datangi Reskrimsus Polda Bali Hari Ini

Ia berharap dengan adanya itu, dugaan kejadian itu bisa terang-benderang, dan disebutnya bisa nilai sendiri.

Sebelumnya, dikatakannya pada 18 Februari lalu, pihaknya membuat laporan polisi, tapi karena saat itu penyidiknya kekurangan personel, maka diterima dalam bentuk Dumas (Pengaduan Masyarakat).

"Sekarang sudah ditindaklanjuti naik menjadi laporan polisi. Besok (hari ini-red) tinggal kita lengkapi. Surat panggilannya dalam bentuk laporan polisi sudah ada, nanti baru saya geber," kata dia menambahkan.

Sementara itu I Wayan Setiawan sebagai pemerhati anak yang juga tergabung dalam Solidaritas Warga Anti Paedofilia (SWAP) saat dikonfirmasi terpisah sore kemarin tidak memiliki kekhawatiran mengenai laporan polisi kepada Ipung Cs.

"Kalau dengar belum tapi kalau baca di media, saya sudah baca bahwa saya dilaporkan gitu dan kawan-kawan, ya kalau saya bagus itu. Artinya nanti kita akan lihat di media siapa yang benar. Bagus itu untuk kesadaran warga negara yang paham hukum gituloh. Jadi siapapun tidak boleh main-main dengan hukum. Bagus itu, nantikan semua terbuka, apalagi kawan-kawan media aktif membicarakan ini," kata Setiawan menanggapi.

"Saya sebagai warga negara patuh terhadap hukum dan siap mempertanggungjawabkan apa yang saya tulis, apa yang saya ucapkan. Itu tanggung jawab saya, kalau ada konsekuensinya ya itu risikonya sebagai aktivis. Dan sebaliknya, jika ada apa-apa kan kita juga bisa laporkan dia, kan gitu," ungkap Setiawan lagi dengan nada santai.

Ia berharap dengan adanya itu, dugaan kejadian itu bisa terang-benderang, dan disebutnya bisa nilai sendiri.

"Saat ini belum ada pemanggilan. Ini masalahnya orang yang kami sebut-sebut (GI-red) belum ada di Bali. Kalau pun saya dibilang melakukan pencemaran nama baik, itu seperti apa? Kalau dibilang saya melakukan itu ya bisa saya minta maaf. Jadi harus jelas dulu saya dilaporkan dalam perkara apa," ungkapnya.

"Kalau misalnya nama Ashram Klungkung yang sering disebut-sebut, ya kalau gak disebut ya gak usah diberi nama itu. Kan begitu. Kalau namamu gak boleh disebut jangan kasih nama-lah. Kalau saya sebut misal si A jelek, ganteng, itukan seharusnya introspeksi diri, sama dengan Ashram. Kalau disebut maka harus melihat ke dalam, introspeksi," ujar dia menyarankan.

"Kalau saya disebut telah menyebarkan foto, foto mana yang saya sebar? Ada saya upload foto, tapi foto dari Medsos itupun wajahnya sudah saya blur," tegasnya.

Ia menyebut, walaupun ada 1.000 pengacara yang akan mengawal kasus tersebut dari pihak GI, dirinya tidak gentar.

Halaman
123
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved