Warga Binaan Lapastik dan Rutan Bangli Senang Bisa Terlibat dalam Program Bedah Rumah TMMD

Sepuluh pria warga binaan terlihat saling bahu-membahu menyelesaikan sebuah bangunan di wilayah Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Fredey Mercury
Suasana pembangunan jalan penghubung Dusun Tampuagan menuju Dusun Dukuh Penarukan, Bangli, Jumat (15/3/2019). Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104. 

Seperti diungkapkan Made Pepek yang mengatakan bahwa sebelumnya jalan itu merupakan jalan setapak dengan lebar hanya satu meter. Padahal, jalan sesempit itu kerap digunakan sebagai jalur saat kegiatan upacara.

Made Pepek (pria bertopi), tampak sibuk mengaduk semen untuk pembangunan dinding penahan tanah.
Made Pepek (pria bertopi), tampak sibuk mengaduk semen untuk pembangunan dinding penahan tanah. (Tribun Bali/Fredey Mercury)

Dengan pembangunan jalan selebar 5 meter itu, kata dia, sejumlah alat pertanian berupa traktor maupun mobil pengangkut bisa melintas.

“Ke depannya kalau sudah ada jalan, hasil pertanian kami bisa cepat diangkut. Kalau pengerjaannya, ada sekitar 100 orang yang ikut dalam pembangunan ini. Dari warga hanya 10 orang, dan sistemnya bergantian setiap hari. Seperti saya, jadwalnya tiap tiga hari sekali mulai dari jam 08.00 hingga 17.00 wita. Saya sudah ikut sejak setengah bulan ini,” ucap pria yang kesehariannya hanya sebagai buruh serabutan ini.

Sudah 80 persen
Dikonfirmasi terpisah, Dandim 1626 Bangli, Letkol CPN Andy Pranoto mengungkapkan progress TMMD ke-104 secara keseluruhan telah mencapai 80 persen.

Untuk pembangunan jalan, saat ini tinggal dilanjutkan dengan pengaspalan sepanjang 300 meter dari total panjang jalan 1,5 kilometer.

Sedangkan progres bedah rumah, Dandim menyebut sudah mencapai 50 persen.

“Kemungkinan pembangunan jalan bisa selesai lebih cepat dari target awal, yakni 27 Maret (2019). Paling tidak sekitar 24 atau 25 Maretlah sudah selesai pembangunan jalannya,” ujar dia.

Disinggung soal pelibatan warga binaan, Dandim asal Kota Salatiga, Jawa Tengah ini mengatakan tidak ada keluhan sama sekali dari masyarakat.

Para warga binaan yang terlibat pun, menurutnya, justru senang dan antusias lantaran bisa merasakan suasana baru serta berbaur dengan warga.

“Berdasarkan testimoni mereka (warga binaan), mereka senang bisa ikut membantu masyarakat tidak mampu membedah rumahnya. Disamping bisa berinteraksi langsung dengan masayrakat sekitar,” tandasnya. (muhammad fredey mercury)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved