Warga Binaan Lapastik dan Rutan Bangli Senang Bisa Terlibat dalam Program Bedah Rumah TMMD

Sepuluh pria warga binaan terlihat saling bahu-membahu menyelesaikan sebuah bangunan di wilayah Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli

Warga Binaan Lapastik dan Rutan Bangli Senang Bisa Terlibat dalam Program Bedah Rumah TMMD
Tribun Bali/Fredey Mercury
Suasana pembangunan jalan penghubung Dusun Tampuagan menuju Dusun Dukuh Penarukan, Bangli, Jumat (15/3/2019). Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104. 

Satu di antaranya Gede Cani, warga binaan asal Desa Songan, Kintamani. Ia mengaku memang tidak memiliki skill pertukangan sebab pekerjaan aslinya adalah seorang sopir truk.

“Saya tidak punya skill pertukangan sama sekali, tapi saya bisalah ikut-ikut bantu aduk semen dan sebagainya. Karena yang dipilih di sini sebagian besar warga binaan yang menjelang bebas. Seperti saya yang tinggal menunggu hari saja,” ujar pria yang divonis akibat laka lantas ini.

Pemilik rumah bernama Made Kuswanta, sama sekali tidak merasa resah maupun khawatir terhadap pelibatan warga binaan dalam bedah rumah tersebut. Ia justru mengaku bersyukur sebab lahan pribadi miliknya yang terkena jalur pembangunan jalan kini dibuatkan bangunan baru.

“Mulanya jalan di depan itu kecil, hanya jalan setapak yang tidak bisa dilalui oleh sepeda motor. Di sana mulanya ada dapur saya. Tapi, dengan pembukaan jalan penghubung Dusun Tampuagan menuju Dusun Dukuh Penarukan, saya mendapatkan bantuan bedah rumah dan dibuatkan bangunan baru berukuran 4 meter x 7 meter,” ungkapnya.

Selain bedah rumah, pembukaan jalan baru penghubung dua dusun sepanjang 1,5 kilometer melalui program TMMD ini juga dirasakan manfaatnya, khususnya bagi masayarakat sekitar.

Seperti diungkapkan Made Pepek yang mengatakan bahwa sebelumnya jalan itu merupakan jalan setapak dengan lebar hanya satu meter. Padahal, jalan sesempit itu kerap digunakan sebagai jalur saat kegiatan upacara.

Made Pepek (pria bertopi), tampak sibuk mengaduk semen untuk pembangunan dinding penahan tanah.
Made Pepek (pria bertopi), tampak sibuk mengaduk semen untuk pembangunan dinding penahan tanah. (Tribun Bali/Fredey Mercury)

Dengan pembangunan jalan selebar 5 meter itu, kata dia, sejumlah alat pertanian berupa traktor maupun mobil pengangkut bisa melintas.

“Ke depannya kalau sudah ada jalan, hasil pertanian kami bisa cepat diangkut. Kalau pengerjaannya, ada sekitar 100 orang yang ikut dalam pembangunan ini. Dari warga hanya 10 orang, dan sistemnya bergantian setiap hari. Seperti saya, jadwalnya tiap tiga hari sekali mulai dari jam 08.00 hingga 17.00 wita. Saya sudah ikut sejak setengah bulan ini,” ucap pria yang kesehariannya hanya sebagai buruh serabutan ini.

Sudah 80 persen
Dikonfirmasi terpisah, Dandim 1626 Bangli, Letkol CPN Andy Pranoto mengungkapkan progress TMMD ke-104 secara keseluruhan telah mencapai 80 persen.

Untuk pembangunan jalan, saat ini tinggal dilanjutkan dengan pengaspalan sepanjang 300 meter dari total panjang jalan 1,5 kilometer.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved