BPR Lestari Tawarkan Tabungan Bunga 7 Persen, Tabungan Jumbo jadi Awal Menuju Bank Transaksional

“BPR Lestari mau bertransformasi dari sekadar ‘bank deposito’ menjadi bank transaksional. Yakni dengan elektronik banking seperti Lestari Mobile..."

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Istimewa
BPR Lestari 

Sebab dahulu tidak bisa dilakukan, tetapi kini bisa karena ada teknologi yaitu Lestari Mobile.

Teknologi ini, kata dia, bisa membantu BPR Lestari menekan cost.

Dengan cost turun, makan bunga kredit bisa turun, dan BPR bisa memanage portofolio dengan resiko lebih balance.

Ia menargetkan setidaknya DPK naik 15 persen pada 2019, menjadi Rp 4,4 triliun dan aset menjadi Rp 5,6 triliun.

“Kalau saya berhasil, saya bisa masuk ke segmen bankable, sekarang kan segmennya masih unbankable,” katanya.

Alex tidak menampik, Net Interest Margin (NIM)nya akan turun, namun hal itu terbayarkan oleh growth dan kemajuan bank ke depannya.

Target kenaikan 15 persen DPK dan kredit tahun 2019 ini pun, kata dia, termasuk target moderat.

Mengingat 3 tahun belakangan, BPR Lestari slow growth, seiring melambatnya ekonomi global dan nasional.

Baca: Pecalang Se-Bali Bakal Diberi Pengetahuan Kamtibmas untuk Bantu Cegah Kriminalitas di Desa Adat

Baca: 5 Gejala Gangguan Kesehatan Pria Yang Bisa Berakibat Fatal, Bisa Dilihat Dari Kotoran

“Growth kredit di Bali Cuma 5,7 persen, sementara kredit nasional itu 12,5 persen. Jadi Bali mengalami slow growth, padahal biasanya di Bali lebih tinggi. Sekarang cuma setengahnya nasional,” sebutnya.

Walau demikian, kredit BPR Lestari mampu tumbuh 13,67 persen.

Hal ini diakuinya sebagai keberhasilan, me-manage kredit dibanding industri perbankan lain yang ada di Bali.

“Tetapi angka itu jauh jika dibandingkan 3-4 tahun lalu, sebab BPR Lestari bisa growth hingga 25-30 persen,” katanya.

Bahkan tahun 2018 pertumbuhannya hanya 9 persen saja.

“Kami tidak bisa melepaskan eksternal, makanya target moderatnya cuma 15 persen dalam RBB,” imbuhnya.

NPL atau kredit bermasalah per Desember 2018 pun masih terjaga 1,55 persen.

“Lebih rendah dari tahun sebelumnya 1,9 persen, dan lebih rendah dari rata-rata nasional 2,5 untuk persen perbankan secara umum. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved