Habisi Bayi Lalu Ditaruh di Loker, Tissa Divonis 7 Tahun, Bu Dayu: Anak Saya Korban Dihamili Orang

Habisi Bayi Lalu Ditaruh di Loker, Tissa Divonis 7 Tahun, Bu Dayu: Anak Saya Korban Dihamili Orang

Habisi Bayi Lalu Ditaruh di Loker, Tissa Divonis 7 Tahun, Bu Dayu: Anak Saya Korban Dihamili Orang
Tribun Bali/Putu Candra
Terdakwa Tissa Agustin saat menjalani sidang putusan di PN Denpasar. 

Hal memberatkan, perbuatan terdakwa mengakibatkan bayi yang dilahirkan meninggal dunia.

"Hal meringankan, terdakwa selama menjalani sidang bersikap sopan. Terdakwa belum pernah dihukum. Terdakwa menyesali perbuatannya dan masih berusia muda sehingga masih ada kesempatan memperbaiki diri," papar Hakim Made Purnami.

Dengan telah terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana dalam dakwaan, terdakwa Tissa telah sah dan terbukti bersalah melakukan tidak pidana kekerasan terhadap anak mengakibatkan mati yang dilakukan orangtuanya.

Untuk itu terdakwa dijerat Pasal 80 ayat (4) Undang-Undang RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Mengadili, menjatuhkan pidana kepada Tissa Agustin Sanger dengan pidana penjara selama tujuh tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan sementara. Dan denda Rp 20 juta, dengan ketentuan apabila tidak bisa membayar denda, maka diganti dengan pidana penjara selama dua bulan," tegas Hakim Made Purnami.

Ditemui usai sidang, ibu terdakwa, Ida Ayu Putu Murtini menyatakan menghormati vonis yang dijatuhkan majelis hakim.

Ia berharap anaknya tegar dalam menjalani proses hukum.

"Saya sebagai ibu berharap dia kuat menjalani proses hukum. Semoga dia makin dewasa dan hati-hati tidak sembarangan percaya sama orang," ucapnya sembari mengusap air mata.

Di sisi lain, ia merasakan kepedihan dan menyatakan anaknya adalah korban.

"Saya harap anak saya kuat. Anak saya korban, dihamili orang tanpa ada pertanggungjawaban. Saya seorang ibu jadi tahu bagaimana rasanya sakitnya melahirkan. Saya tahu anak saya, anak saya korban," cetus Putu Murtini.

Halaman
1234
Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved