Musibah Longsor di Buleleng & Tabanan, Gede Pasek: Kalau Saya Pulang, Pasti Tertimbun Longsor
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupatan Buleleng, Sabtu (23/3) malam, menyebabkan bencana banjir hingga tanah longsor di sejumlah titik.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupatan Buleleng, Sabtu (23/3) malam, menyebabkan bencana banjir hingga tanah longsor di sejumlah titik.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun musibah ini menyebabkan sejumlah kerusakan yang nilainya ditafsir mencapai ratusan juta rupiah.
Dari pantauan pada Minggu (24/3), kerusakan parah menimpa kediaman Gede Pasek (40) di Dusun/Desa Subuk, Kecamatan Busungbiu, Buleleng.
Senderan ruas jalan Seririt-Pupuan setinggi 4 meter amblas dan menghantam kediamannya pada Sabtu, sekira pukul 21.00 Wita.
Saat musibah itu terjadi, sebut Pasek, ia sedang tidak ada di rumah. Ia berada di Denpasar untuk bekerja.
Hingga sekira pukul 21.00 Wita, ia mendapatkan informasi dari keponakannya jika rumah beserta tembok penyengker sanggahnya rusak akibat tertimbun senderan jalan yang longsor.
Atas informasi itu, pada Minggu pagi, Pasek pun bergegas pulang ke rumahnya di Dusun Subuk.
“Biasanya malam minggu saya pulang kampung. Kalau seandainya saya pulang, pasti jadi korban. Karena kamarnya tertimbun material. Semua barang yang di kamar itu pecah. Lemari kacanya pecah, kulkas, ranjang rusak,” ujar Pasek.
Bukan hanya rumah, tembok penyengker sanggahnya juga tidak luput dari terjangan longsor.
Musibah ini kontan membuat pria malang itu mengalami kerugian mencapai Rp 100 juta.
"Ya harapannya pemerintah dapat memberikan bantuan untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan," ungkapnya.
Tak hanya kediaman Pasek, longsor juga menerjang rumah milik Ketut Sulatra (65) yang jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari kediaman Pasek.
Tebing setinggi 50 meter yang dimanfaatkan sebagai areal perkebunan tergerus dan menerjang rumahnya.
“Hujannya memang deras sekitar jam 23.00 Wita malam. Tiba-tiba rumahnya diterjang air bercampur tanah. Ini sudah ketiga kalinya terkena longsor. Sekarang terpaksa mengungsi di rumah saudara dulu,” ujarnya sembari membersihkan lumpur.
Sementara Perbekel Subuk Ketut Suliada Kusana mengatakan, sebanyak enam rumah warga di wilayahnya terdampak akibat kejadian ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tertimbun-longsor-sejumlah.jpg)