Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pemkot Denpasar Anggaran Rp 2,6 Miliar untuk Rehab 7 SD Ini

Tahun 2019 ini, Pemkot Denpasar melalui Dinas Pendidikan Kota Denpasar menganggarkan sebesar Rp 2,636 miliar untuk perehaban tujuh Sekolah Dasar

Tayang:
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Putu Supartika
Kabid Pendidikan SD Dinas Pendidikan Kota Denpasar, Made Merta, Senin (8/4/2019). 

Setelah PUPR setuju baru perehaban tersebut dikerjakan. 

Selain perehaban atap sekolah, juga ada pembangunan Padmasana di dua sekolah yakni SDN 22 Dauh Puri, dan SDN 16 Pemecutan.

Juga perbaikan tembok penyengker di SDN 11 Peguyangan, SDN 8 Pemecutan, SDM 6 Sesetan, SDN 17 Kesiman, SDN 18 Dangin Puri, dan SDN 4 Peguyangan. 

Disinggung tentang pembangunan SD negeri baru tahun 2019 ini, Made Merta mengatakan tak ada pembangunan gedung Sekolah Dasar baru. 

"Belum ada pembangunan untuk SD, kalau SMP baru ada," kata Merta. 

Menurutnya saat ini untuk SD sudah banyak ada di Kota Denpasar yakni sebanyak 236 sekolah. 

"Kalau SD sudah banyak, ada 236 SD negeri maupun swasta di Kota Denpasar. Kalau bangun sekolah negeri lagi, kasihan swastanya, karena swasta juga berperan di Denpasar," katanya. 

Ia mengklaim dalam PPDB mendatang sekolah SD tersebut mampu menampung semua tamatan TK yang akan melanjutkan ke tingkat SD.

Hal ini bercermin pada pelaksanaan PPDB tahun lalu, semua siswa tertampung asalkan tidak semuanya rebutan ke sekolah negeri.

"Pengalaman tahun lalu tertampung semua yang tamat TK ke SD. Dan prediksi saya sama, artinya anak-anak dari TK tertampung di SD. Tapi kalau semua ngerebut ke sekolah negeri ya susah," katanya.

 Dalam pelaksanaan PPDB nanti, pihaknya pun akan menggunakan aturan sesuai dengan Permendikbud yang ada tentang pelaksanaan PPDB. 

Pihaknya pun tak mau gegabah menambah rombel, dikarenakan bisa memunculkan masalah di kemudian hari, seperti masalah dalam Dapodik. 

"Kami akan pakai aturan Peremendikbud agar nanti tak jadi masalah terutama dalam Dapodik. Kalau memang tidak dapat di negeri kan ada swasta. Di Denpasar swasta dan negeri sama dan dari kualitas juga sama. Di swasta banyak juga guru-guru negeri yang ngajar. Kita tidak lagi ragu-ragu," katanya. 

Ia pun mengatakan sekolah negeri yang ada di Denpasar tak mungkin bisa menampung semua siswa.

Pada tahun 2019 ini, ia memperkirakan ada sebanyak 15 ribu siswa yang akan melanjutkan ke tingkat SD. 

Dari jumlah tersebut, ia memastikan sebanyak 10 ribu siswa bisa tertampung di SD negeri.

 Sedangkan sisanya sebanyak 5 ribu siswa bisa tertampung di sekolah swasta. 

"Di negeri kami prediksi 10 ribu siswa yang bisa tertampung. Sedangkan sisanya akan bisa tertampung di sekolah swasta," katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved