Sudikerta Jaminkan Sang Istri, Kuasa Hukum Optimistis Penangguhan Penahanan Disetujui Polda Bali

Mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, kembali bakal mengajukan permohonan penangguhan penahanan ke Polda Bali, Senin (8/4) hari ini.

Sudikerta Jaminkan Sang Istri, Kuasa Hukum Optimistis Penangguhan Penahanan Disetujui Polda Bali
TRIBUN BALI/BUSRAH ARDANS
Sekitar pukul 17.35 WITA, Sudikerta yang mengenakan baju tahanan berwarna oranye bertuliskan Tahanan Polda Bali melewati lorong kantor Ditreskrimsus Polda Bali, setelah bertemu keluarga, Jumat (5/4/2019). 

“Tapi tentunya, jika ada sebuah komunikasi yang dibangun kan bisa saja. Ditahannya tersangka kan untuk mempermudah penyidikan, kalau ada kesiapan dan niat baik dari kita untuk mempermudah penyidikan, adanya penjamin, dan memenuhi apa yang menjadi kebutuhan penyidik, tentu itu menjadi pertimbangan kan?” ujar Sumardika, yang cukup optimis pengajuan penangguhannya bisa disetujui.

Baca: Blak-blakan, Kuasa Hukum Sudikerta Curiga Ada Pihak Manfaatkan Isu Sudikerta Melarikan Diri

"Ya mudah-mudahan optimis bisa, kan selama ini penyidik ada kekhawatiran, kalau bisa diyakinkan bahwa penyidik tidak ada kekhawatiran ya, mudah-mudahan itu menjadi pertimbangan. Apalagi klien kami dalam kondisi kurang sehat," tambahnya.

Tim Penasehat Hukum Sudikerta yang baru, Advokat I Wayan Sumardika dan Gede Astawa saat dimintai keterangan oleh tribun-bali.com di rumah pemenangan Sudikerta, Sabtu (6/4/2019). 
Tim Penasehat Hukum Sudikerta yang baru, Advokat I Wayan Sumardika dan Gede Astawa saat dimintai keterangan oleh tribun-bali.com di rumah pemenangan Sudikerta, Sabtu (6/4/2019).  (Tribun Bali/Busrah Syam Ardan)

Sebelumnya, Sumardika menyatakan alasan utama untuk kembali mengajukan surat penangguhan ialah karena kondisi kliennya yang mengalami sakit pada bagian pundak.

Katanya, jika sakit pada bagian pundak itu tidak segera ditangani, kondisi itu akan bisa berakibat kelumpuhan.

"Sebenarnya, beliau sudah mengalami sakit itu sejak lama. Cuma kan sebelum ditahan, beliau rutin minum obat. Dan dengan terjadinya perubahan tempat, mungkin karena duduk semalaman di semen (lantai) sehingga dingin, kemudian belum lagi ada penyakit lain. Secara khusus, sakitnya beliau disebutkan ada di bagian pundak, ada gangguan syaraf,” ungkap Sumardika, Sabtu (6/4).

Dia mengisahkan, pasca satu hari ditahan, penyakit Sudikerta kambuh.

"Kalau sampai terjadi lambat penanganannya, itu dapat menyebabkan kelumpuhan. Nah kita semua tidak mau hal ini terjadi kan? Alasan ini yang akan kami ajukan, di samping banyak pihak yang akan siap sebagai penjamin," sebut Sumardika yang didampingi rekan penasehat hukum lainnya.

Ia juga beralasan, apabila nanti Sudikerta diizinkan di luar melalui penangguhan penahanan, hal itu akan membuat kliennya dapat berpikir dengan tenang.

"Kalau di luar kan dia bisa berpikir tenang dan kemudian kami selaku penasehat hukum akan selalu memberikan pendapat dalam rangka upaya penyelesaian kasus ini. Kan itu yang penting kan? Sehingga tidak ada pihak yang dikorbankan," imbuhnya.

Kelengkapan Administrasi

Halaman
1234
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved