Mirip Stroke, Kelumpuhan Otot Secara Mendadak Bisa Jadi Serangan Katapleksi, Apa Itu?
Selama serangan ringan, mungkin ada kelemahan otot yang hampir tidak terlihat, seperti terkulainya kelopak mata.
TRIBUN-BALI.COM - Katapleksi terjadi mendadak, ini terjadi jika Anda akan kehilangan kekuatan otot-otot secara tiba-tiba dan lumpuh sementara.
Serangan katapleksi terjadi selama jam bangun.
Selama serangan ringan, mungkin ada kelemahan otot yang hampir tidak terlihat, seperti terkulainya kelopak mata.
Namun pada tingkatan yang parah, seluruh tubuh bisa menjadi lumpuh tak berdaya layaknya orang meninggal dunia.
Fakta tentang katapleksi
Berikut adalah beberapa poin penting tentang katapleksi:
1. Selama episode katapleks, seseorang sebenarnya sadar tetapi lumpuh sementara.
2. Katapleksi diperparah oleh kelelahan dan emosi yang kuat.
Hal itu mempengaruhi pria dan wanita secara setara.
3. Katapleksi terkait dengan narkolepsi (gangguan tidur), dan dapat terjadi setelah tiba-tiba menghentikan obat antidepresan.
4. Sodium oxybate disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sebagai perawatan katapleksi.
Tertawa adalah pemicu paling umum serangan katapleksi.
Namun itu juga dapat disebabkan oleh kebahagiaan, kegembiraan, kejengkelan, kejutan, ketakutan, atau peristiwa yang membuat stres.
Kadang-kadang katapleksi disalahpahami sebagai kondisi medis lain termasuk stroke, multiple sclerosis, cedera kepala dan ensefalitis.
Durasi serangan katapleks bersifat singkat, umumnya berlangsung mulai dari beberapa detik hingga beberapa menit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/katapleksi.jpg)