WIKI BALI
TRIBUN WIKI - 4 Ilmu Gaib yang Masih Dipercaya dan Digunakan di Bali
Meski zaman sudah semakin canggih, ilmu mistis atau ilmu gaib hingga kini masih dipercaya di Indonesia bahkan di Bali.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Selanjutnya ada pangeleakan keturunan, di mana saat orang yang bisa ngeleak, saat akan meninggal ilmunya berpindah kepada keluarga yang menungguinya.
Selanjutnya ada pangeleakan dengan membeli pada balian atau dukun.
Sementara itu, dalam buku Jejak Bhairawa di Pulau Bali karya Jiwa Atmaja halaman 95, dikatakan: beberapa balian yang bersedia memberi sedikit keterangan hanya mengatakan, kalau mau belajar leak datang saja ke kuburan pada tengah malam yang pekat.
Lebih lanjut dikatakan, paling baik adalah ketika tengah malam bulan mati, hari Kajeng Kliwon dengan membawa sanggah cucuk yang ditancapkan di tanah kuburan.
Baca: Mencari Leak Bersama Dread Team Bali
Baca: Misteri Kematian Godel di Desa Langgahan, Ada Jejak Kaki, Bekas Cakar Tajam Dan Isu Leak
Sementara itu, dalam catatan yang dimiliki oleh Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Kertha Bhuana, dari Gria Batur Giri Murti, Glogor, Denpasar, disebutkan beberapa tingkatan ilmu leak dan jenis perubahannya.
Leak tingkat pertama atau tingkat paling rendah wujudnya berupa bojog atau kera abu-abu.
Pada tingkatan yang kedua wujudnya berupa kambing.
Setelah itu pada tingkatan yang ketiga akan menjadi bangkal atau bangkung (babi betina)
Tingkat empat perubahannya adalah menjadi ular, sepeda motor, dan mobil.
Tingkat lima berubah menjadi gegendu.
Saat mencapai tingkatan keenam akan menjadi bade, serta ayam putih.
Berwujud bojog putih atau kera putih pada tingkatan ketujuh.
Saat mencapai tingkat kedelapan menjadi rarung, waringin sungsang (beringin terbalik), dan anjing kurus.
Pada tingkatan kesembilan menjadi kasa dan jaka punggul.
Leak pada tingkatan kesepuluh akan menjadi rangda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/leak_20180410_173327.jpg)