Seminar "Menjadi Guru yang Menginspirasi", Made Suciani: Guru Harus Melek Informasi dan Literasi

LMPM Bali menggelar seminar "Menjadi Guru yang Menginspirasi" di Ruang Sidang LPMP Bali, Jalan Letda Tantular, Denpasar, Bali, Selasa (23/4/2019).

Seminar
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Peserta seminar tengah mendengarkan pemaparan materi dari salah satu narasumber dalam seminar "Menjadi Guru yang Menginspirasi" oleh LPMP Bali di Ruang Sidang LPMP Bali, Jalan Letda Tantular, Denpasar, Bali, Selasa (23/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - LMPM Bali menggelar seminar "Menjadi Guru yang Menginspirasi" di Ruang Sidang LPMP Bali, Jalan Letda Tantular, Denpasar, Bali, Selasa (23/4/2019).

Penanggung Jawab Seminar, Ni Made Suciani menyebutkan tujuan diadakan kegiatan seminar yakni untuk memberikan motivasi kepada para guru untuk menjadi guru yang menginspirasi.

"Kami menyelenggarakan seminar ini karena memang dibutuhkan teman-teman guru. Seperti yang kita ketahui, saat ini anak-anak dengan mudah bisa mempelajari sumber belajar lewat internet. Tapi kalau itu dimanfaatkan oleh anak-anak, seolah-olah sekolah itu menjadi tidak penting lagi,"

"Nah di sini kami menggelar seminar memberikan pengertian bagaimana supaya sekolah itu tetap menjadi penting. Dan para guru bisa memotivasi siswanya, kemudian menunjukkan sumber-sumber belajar yang bisa dipelajari oleh anak didiknya. Dan cara membuat anak menjadi sampai kasmaran belajar" jelasnya saat ditemui Tribun Bali, Selasa (23/4/2019).

Baca: Ini Pesan Guru Spiritual untuk Maia Estianty Sejak Akan Dinikahi Irwan Mussry

Baca: Teks Terlalu Panjang, Siswa SLB di Karangasem Kesulitan Pahami Soal UN Bahasa Indonesia

LPMP Bali juga memberikan ruang kepada pengawas, kepala sekolah, dan guru yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional menjadi narasumber untuk berbagi kisahnya kepada para guru-guru lainnya.

Narasumber dalam seminar yakni IBW Widiasa Keniten, Ngakan Putu Suarjana, dan Putu Sudibawa.

"Tadi Bapak Kepala LPMP juga sudah memberikan, bagaimana pendidik bersiap diri menghadapi abad 21 dan era revolusi industri 4.0. Jadi inti yang disampaikan tadi guru yang tidak bisa menginspirasi itu bisa digantikan oleh mesin," tambahnya.

Selain itu, Made Suciani juga menyebutkan tentangan terbesar untuk menjadi guru inspirasi yakni harus bisa menuangkan ide dalam sebuah tulisan.

Baca: Lomba Rekontruksi Gerabah, Balai Arkeologi Bali ajak Siswa Belajar Jadi Arkeolog

Baca: Dalam Seminar Digital Marketing V, Bambang Pranoto Sebut Minyak Kutus Kutus Itu Ajaib  

"Masalahnya sekarang seorang guru itu sulit memulai untuk menulis. Selain itu harus punya kemauan dan komitmen untuk maju. Guru harus melek informasi dan literasi dalam bentuk literasari digital serta literasi yang lainnya," ujarnya lagi.

Sementara, sebanyak 80 peserta yang terdiri dari pengawas, kepala sekolah, guru jenjang TK, SD, SMP, SMA mengikuti seminar "Menjadi Guru yang Menginspirasi" serangkaian Gempita Hardiknas 2019 ini. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved