Cynthia Laksmi Ungkap Keuletan dan Kesabaran Nyoman Nuarta, Patung GWK Buktinya

Cynthia Laksmi Nuarta menyebut suaminya, Nyoman Nuarta sebagai sosok ulet dan fokus pada sesuatu yang diinginkannya

Cynthia Laksmi Ungkap Keuletan dan Kesabaran Nyoman Nuarta, Patung GWK Buktinya
Tribun Bali/Rizki Laelani
Istri Nyoman Nuarta, Cynthia Laksmi, dan sang anak, Putu Tania Madiadipoera. 

Bersama Cynthia Laksmi Nuarta, Nyoman Nuarta dikaruniai dua putri Putu Tania dan Made Tasya.

Dalam menemani di tiap harinya, Cynthia Laksmi Nuarta merasa selalu spesial bersama Nyoman Nuarta.

"Saya selalu merasa spesial dengan beliau. Yang pasti, beliau itu sepertinya maunya sehari itu lebih dari 24 jam. Meski pekerja keras, namun tak pernah melupakan momen bersama keluarga," lanjutnya.

Baca: Meski Bermanfaat Bagi Kesehatan, Ini Fakta Air Rendaman Rambut Jagung yang Harus Diketahui

Baca: Video Masturbasi Viral hingga Seret Namanya, Ini Komentar Daniel Wenas dengan Nada Tinggi

Jiwa seni Nyoman Nuarta terus berkembang hingga ia remaja.

Untuk kerberlangsungan rumah tangga, Nyoman Nuarta menerima pesanan gambar, pembuatan spanduk, dan poster.

"Kami tinggal bersama di sebuah rumah di Jalan Mangga, Bandung.

"Saya ingat, saat mau melahirkan anak pertama. Beliau harus menjual patungnya untuk biaya persalinan, itu sangat luar biasa," kenangnya lagi.

Namun, setiap proses dalam bekerja, Nyoman Nuarta dikenal teliti dan berpandangan lurus.

Hal itu juga yang menjadikan karya dirinya yang realis akhirnya booming.

Sekitar 1980-an sampai 1990-an, patung realis mejadi tren dan ia kebanjiran pesanan.

Galeri Nu Art Sculpture Park, workshop, dan bengkel di Kota Bandung.
Galeri Nu Art Sculpture Park, workshop, dan bengkel di Kota Bandung. (Tribun Bali/Rizki Laelani)

Nyoman Nuarta membuat karya patung pertama pada 1975.

Patung itu berwujud torso seorang perempuan.

Ia tanpa pakaian, kepala dan kedua tangan serta kaki.

Lubang-lubang muncul dari bagian pinggang ke bawah.

Patung keduanya masih berdiri tegak di Taman Proklamasi, Jakarta Pusat.

Nyoman Nuarta berhasil membuat patung Sukarno-Hatta setinggi lima meter berbahan perunggu setelah memenangkan sayembara dan mengalahkan dosennya, G Sidharta, pada 1979.

Baca: Ada Kasus Petugas Meninggal, dr Parwita Sarankan Anggota KPPS Jalani Tes Kesehatan Sebelum Direkrut

Baca: Tiga Terdakwa Proyek Biogas di Nusa Penida Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Karya itu menjadi tonggak popularitas Nyoman Nuarta sebagai pematung.

Saat perjalanan karier, Cynthia Laksmi Nuarta menceritakan sebuah musibah besar terjadi di galerinya.

Kebakaran hebat terjadi.

Hampir semua karya Nyoman Nuarta ludes terbakar.

Dari kejadian itu Cynthia Laksmi Nuarta merasa aneh melihat sosok suaminya.

Tak ada rasa sesal, kecewa, atau menyalahkan siapapun atas kejadian tersebut.

"Beliau lurus-lurus saja. Keyakinan yang kuat soal rezeki sudah ada yang mengatur, mungkin itu jadi pegangan beliau saat itu," sebutnya.

"Saya pikir pandangan beliau itu hanya di bibir saja, tapi benar lho. Beliau ringan sekali menghadapi musibah itu."

Tak hanya itu, pasca kejadian, Cynthia Laksmi Nuarta tak pernah melihat semangat Nyoman Nuarta menurun.

Bahkan, soal pekerjaan, Cynthia Laksmi Nuarta melihat sosok suaminya sangat displin dan tegas.

"Marah di tempat kerja itu sering. Tapi, kalau sudah di rumah beda lagi," sebutnya.

"Tapi sekarang karena bertambah usia, sudah sering banyak memakluminya," tambahnya.

Disinggung soal perasaan saat patung GWK diresmikan, Cynthia Laksmi Nuarta mengaku hal itu biasa saja.

"Biasa saja menyikapinya. Karena kami dan semua tahu betul dari awal perjalanan pembuatannya itu. Sekarang kita hanya tinggal bersyukur saja GWK telah rampung," tambahnya.

"Yang pasti beliau itu dalam bergaul selalu positif pikirannya, hal itu yang membuatnya seperti saat ini," pungkasnya.

(*)

Penulis: Rizki Laelani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved