Tambah Wawasan Nelayan Soal Cuaca di Perairan, BMKG Mengadakan Sekolah Lapang Nelayan

Untuk menambah pengetahuan nelayan terkait kondisi cuaca di perairan Bali, BMKG melalui stasiun maritim mengadakan Sekolah Lapang Nelayan

Tambah Wawasan Nelayan Soal Cuaca di Perairan, BMKG Mengadakan Sekolah Lapang Nelayan
Tribun Bali/Rino Gale
Malik (56), nelayan asal Makassar saat ditemui di Pantai Kedonganan sedang mempersiapkan perahunya untuk berlayar mencari ikan, Minggu (14/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Untuk menambah pengetahuan nelayan terkait kondisi cuaca di perairan Bali, BMKG Provinsi Bali melalui stasiun maritim mengadakan Sekolah Lapang Nelayan (SLN) pada Senin (29/4/2019) hingga Kamis (1/5/2019) mendatang, di Quest Hotel Kuta, Jalan Kediri, Tuban, Kuta, Badung, Bali.

Kegiatan ini mengusung tema Tingkatkan Produktivitas dan Keselamatan Nelayan Melalui Informasi Cuaca.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Dr Urip Haryoko mengatakan, kegiatan SLN ini bertujuan memberikan informasi lebih dalam terkait cuaca di perairan.

"Ya Sekolah Lapang Nelayan ini sebenarnya ingin memberikan pengetahuan kepada nelayan bagaimana memahami informasi cuaca, khususnya cuaca kemaritiman,"

"Agar nelayan kita saat berlayar bisa mengetahui cuaca apa saja yang terjadi untuk menjaga keselamatan. Sehingga para nelayan kita selamat dan sejahtera. Selamat dari cuaca ekstrem, kemudian sejahtera dalam arti tahu mana potensi ikan," ujarnya kepada Tribun Bali dan media lain.

Ia juga menjelaskan, dalam kegiatan ini nelayan dibekali tentang pengetahuan cuaca, bagaimana memaknai informasi, mengartikan dan melihat tanda-tanda cuaca ekstrem, khususnya di Bali dan sekitarnya.

Bahkan sebelumnya beberapa nelayan sudah mulai menggunakan informasi cuaca yang bersumber dari BMKG saat ingin berlayar.

Baca: Sembunyi di Parit Pakai Dedaunan, Bule Rusia Kabur Berhasil Diamankan Polda Bali

Baca: Lama Vakum, The Wheels Kini Hadir dengan Album Terbaru, Single Kekuasaan Menyuarakan Keadilan

Namun tidak sedikit nelayan yang masih belum mengenal informasi cuaca.

Hal itu dikatakannya bukan karena nelayan tidak tahu, melainkan belum ada akses untuk mendapatkan informasi tersebut.

Halaman
123
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved