Ramadan 2019

Imsak Hanya Ada di Indonesia? Benarkah Tanda Dimulainya Waktu Puasa? Ini Sejarah & Pandangan Ulama

Imsak Hanya Ada di Indonesia? Benarkah Tanda Dimulainya Waktu Puasa? Ini Sejarah & Pandangan Ulama

Editor: Irma Budiarti
Thepeepspot via Tribunnews
Ilustrasi sahur puasa ramadan. Imsak Hanya Ada di Indonesia? Benarkah Tanda Dimulainya Waktu Puasa? Ini Sejarah & Pandangan Ulama 

Waktu imsak yang sering kita lihat di jadwal-jadwal imsakiyah adalah waktu yang dibuat oleh para ulama untuk kehatian-hatian.

Dengan adanya waktu imsak yang biasanya ditetapkan sepuluh menit sebelum subuh maka orang yang akan berpuasa akan lebih berhati-hati ketika mendekati waktu subuh.

Di waktu sepuluh menit itu ia akan segera menghentikan aktivitas sahurnya, menggosok gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang bisa jadi membatalkan puasa, dan juga mandi serta persiapan lainnya untuk melaksanakan shalat subuh.

Baca: Ini Pemicu Leonard Tupamahu Adu Mulut dengan Official Persija, Sebut Ada yang Tak Respek

Baca: Orangtua Bisa Pantau dari Ponsel, Dishub Terapkan GPS Tracking Armada Angkutan Siswa di 3 Kecamatan

Dapat dibayangkan bila para ulama kita tidak menetapkan waktu imsak.

Seorang yang sedang menikmati makan sahurnya, karena tidak tahu jam berapa waktu subuh tiba, dia akan kebingungan saat tiba-tiba terdengar kumandng azan subuh sementara di mulutnya masih ada makanan yang siap ditelan.

Satu hal yang perlu diketahui bahwa waktu imsak hanya ada di Indonesia.

Fenomena masjid-masjid dan musala-musala menyuarakan waktu imsak tak ditemui di negara manapun sebagaimana bisa ditemui di beberapa daerah di Indonesia.

Ustaz Abdul Somad Beberkan Sejarahnya 

Hal senada juga dijelaskan Ulama kondang, Ustaz Abdul Somad.

Adakah imsak di zaman Nabi?

Baca: DJ Asal Australia Adam Sky Tewas di Bali, Diduga Tabrak Pintu Kaca Demi Selamatkan Teman

Baca: Desa Bresela Gianyar Pusatnya Penghasil Dulang Ukir, Anak Muda Mulai Lirik Potensi Pasarnya

Menurut Ustadz Abdul Somad imsak memang tidak pernah ada waktu zaman Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Waktu imsak ini ada sejak munculnya mahzab Syafi’i.

Menurut Ustadz Abdul Somad imsak adalah lampu kuning tanda kita harus bersiap-siap untuk berhenti makan sahur.

Apabila kita terbangun ketika waktu imsak maka masih bisa makan sampai terdengar adzan subuh dan ketika adzan subuh terdengar maka makan dan minum harus dihentikan dan mulut harus segera dibersihkan.

imsak bukanlah lampu merah tandanya tidak boleh makan dan minum sama sekali.

Namun imsak dianjurkan untuk dilakukan demi kebaikan kita sendiri.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved