Bali Kalah dari NTB soal Kenaikan Upah, DPRD Bali Mulai Bahas Raperda Perlindungan Tenaga Kerja

DPRD Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali mulai menyiapkan regulasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perlindungan tenaga kerja di Bali

Bali Kalah dari NTB soal Kenaikan Upah, DPRD Bali Mulai Bahas Raperda Perlindungan Tenaga Kerja
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ratusan buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bali Bersatu melakukan aksi long march dalam memperingati Hari Buruh, Rabu (1/5/2019). Mereka berjalan dari parkiran timur Renon menuju kantor Gubernur Bali. Dalam aksinya mereka meminta pemerintah membuat peraturan daerah untuk melindungi hak-hak buruh. 

Begitu juga pekerja di salah satu Rumah Sakit di Buleleng yang saat ini dilaporkan ke polisi karena mereka menuntut kebijakan manajemen setelah dibentuk serikat pekerja. 

Ketiga, masih banyak pekerja training atau magang di Bali yang dieksploitasi tenaganya untuk menggantikan pekerjaan staf, dan mereka layaknya bekerja seperti staf biasa.

Mereka hanya diberi imbalan sejumlah uang untuk transportasi dan makan.

Dewa Rai menyebut rasio pekerja hotel dengan jumlah kamar adalah dua berbanding satu.

Kalau hotel memiliki kamar 400 minimal pekerjanya 800 orang. Sekarang rasionya hanya 0,75 karena sebagian pekerjanya DW, outsourcing, dan kontrak.

“Saya berharap mudah-mudahan itu menjadi masukan untuk keseimbangan rasio pekerja. Saat ini yang terjadi ribuan hotel yang ada di Bali hampir separuhnya pekerjanya hanya kontrak, daily worker (DW) atau outsourcing,” ungkapnya. 

Ranperda Lengkapi Regulasi Nasional
Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta mengatakan pihaknya kini sedang membahas tentang persiapan untuk membuat Perda tentang perlindungan tenaga kerja di Bali.

Karena menurutnya masih banyak permasalahan ketenagakerjaan di Bali yang membutuhkan regulasi untuk melengkapi regulasi nasional.

“Kita perlu membuat Perda ketenagakerjaan untuk melindungi tenaga kerja di Bali,” kata Parta.

Parta menyebut poin-poin yang akan diatur dalam Perda diantaranya, pertama, menyangkut tentang sistem pengupahan.

Halaman
1234
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved