Menjadi Karyawan atau Entrepreneur, Mana yang Menjadi Pilihan Milenial?
Sementara itu, terkait bekerja di perusahaan, ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan milenial dalam memilih pekerjaan.
Hal ini sejalan dengan pandangan mereka soal prioritas utama di masa depan.
Penelitian yang melibatkan 1.400 responden di 12 kota besar Indonesia itu menunjukan 32,1 persen milenial ingin menjadi pengusaha atau entrepreneur sukses di masa depan.
Baca: Temui Entreprenur Muda, Cok Ace Pesankan Ini
Baca: 7 Perusahaan Ini Membantu Karyawannya Bepergian bahkan Membayarnya untuk Traveling
Gaji jadi penentu
Sementara itu, terkait bekerja di perusahaan, ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan milenial dalam memilih pekerjaan.
Faktor gaji menjadi pertimbangan nomor satu dengan persentase 83,7 persen.
Menyusul faktor tentang teknis atau jenis pekerjaan sebesar 44,4 persen, brand perusahaan, durasi waktu bekerja, dan lokasi pekerjaan yang memperoleh suara sekitar 23 persen.
Hal ini berarti, ketika melihat lowongan pekerjaan, pertama kali yang dilihat adalah berapa besaran gaji, baru melihat faktor lain.
Selain gaji, fasilitas pengembangan diri menjadi salah satu penyebab milenial bertahan bekerja di suatu perusahaan.
Masih menurut penelitian yang sama, pengembangan diri dan lingkungan kerja menjadi hal penting bagi milenial.
Penyebabnya adalah karakter khas yang dimiliki generasi yang lahir medio 1980 - 1997, yakni connected, confident, dan creative.
Baca: Pengusaha Muda Bali Diharapkan Bantu Tekan Angka Pengangguran
Baca: Cintanya Ditolak Pengusaha, Wanita Ini Kirim 150.000 Pesan hingga Dijebloskan ke Penjara
Karakter kreatif, yang merupakan passion mereka, kemudian terbawa ke lingkungan kerja.
Survei tersebut juga menunjukan generasi ini lebih suka bekerja dengan kebebasan untuk berkreativitas, fleksibilitas waktu dalam bekerja, dan bekerja secara tim.
Bagi milenial, yang dikenal sebagai generasi dengan tingkat loyalitasnya rendah itu, meraih kesuksesan tidaklah mudah.
Untuk meraihnya, dibutuhkan fokus, kerja keras, dan totalias. Karena kesuksesan tidak dapat diraih jika dijalankan setengah-setengah.
Entah itu menjadi entrepreneur atau bekerja di sebuah perusahaan, semuanya butuh totalitas dalam menjalankannya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Karyawan vs Entrepreneur, Mana Pilihan Milenial?"
Penulis : Anissa Dea Widiarini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kerja-kantoran-generasi-milenial.jpg)