Deteksi Dini Penyebaran Informasi Hoax, Satgas Taboo Bakal Jaga Denpasar

Pemkot Denpasar bersiap menggodok pembentukan Satgas Taboo (Tangkal dan Analisa Berita Bohong)untuk menangkal informasi hoax

Deteksi Dini Penyebaran Informasi Hoax, Satgas Taboo Bakal Jaga Denpasar
Net
Ilustrasi 

Dalam template aplikasi Taboo, nantinya masyarakat bisa mengakses hasil verifikasi secara langsung.

Hasil verifikasi informasi seluruhnya akan diposting di beranda laman dan warga bisa mengecek sumber informasi hoax ini secara mandiri.

''Kami membantu dalam verifikasi terutama. Masyarakat juga bisa melaporkan isu atau konten yang mereka ragukan melalui aplikasi ini,'' ujarnya.

Kendati demikian, hingga saat ini belum ada temuan konten maupun akun berpotensi mengandung ideologi radikal.

Sebelumnya, konten berita hoax pernah dijumpai pada skala lokal di Bali seperti isu tentang coklat mermaid dan isu Jokowi menjadi presiden DK PBB.

Berangkat dari hal itu, aplikasi ini nantinya juga bersifat skala nasional karena akan terintegrasi dengan aplikasi nasional yang dikembangkan Kementerian Kominfo.

Dengan begitu, database informasi hoax akan semakin banyak.

''Kalau aplikasi milik kita masih dalam tahap pengembangan perangkat. Ini masih awal sekali, masih banyak yang harus dibenahi. Jadi memang kita belum ada data,'' tukasnya. 

Di-Launching Saat Kebangkitan Nasional
KEPALA Diskominfo Kota Denpasar, I Dewa Made Agung menyebutkan, pembentukan Satgas anti hoax ini mengingat transformasi hoax yang begitu cepat.

''Sehingga sangat sulit dibedakan karena bentuknya juga makin canggih. Beda dengan jaman dulu yang mudah dikenali. Saat ini hoax diramu dengan fakta sehingga bisa diterima sebagai fakta oleh masyarakat,'' jelasnya.

Halaman
123
Penulis: eurazmy
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved