Soroti Ketimpangan Gender Daha Tua, Agung Atu: Perempuan Bali Harus Berpendidikan Tinggi

Doktor Anak Agung Istri Ari Atu Dewi, Sh., Mh., adalah seorang dosen di Fakultas Hukum, Universitas Udayana, Bali.

Soroti Ketimpangan Gender Daha Tua, Agung Atu: Perempuan Bali Harus Berpendidikan Tinggi
Tribun Bali/Noviana Windri
Gung Atu saat ditemui Tribun Bali di kediamannya di Jalan Sumandang, Batubulan, Gianyar, Bali, Sabtu (18/5/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Doktor Anak Agung Istri Ari Atu Dewi, Sh., Mh., adalah seorang dosen di Fakultas Hukum, Universitas Udayana, Bali.

Perempuan yang kini berusia 43 tahun ini pernah meraih predikat dosen terbaik pada tahun 2017 dan menekuni bidang kearifan lokal, isu-isu perempuan, dan isu hukum.

Saat ini, Gung Atu, sapaan lengkapnya tengah menyoroti dan memperjuangkan ketimpangan gender pada perempuan Daha Tua atau perawan tua.

Daha tua atau perawan tua merupakan salah satu status untuk seorang perempuan yang belum menikah yang ada pada masyarakat ada yang di Bali.

Baca: Mahasiswa Undiknas Bisa Lulus tanpa Skripsi, Ini Syaratnya

Umumnya, status ini baru disematkan pada wanita Bali yang berumur di atas 50 tahun.

Dijelaskannya, alasannya tertarik untuk memperjuangkan ketimpangan gender pada perempuan daha tua karena dirasa para daha tua menghadapi banyak problematika.

Mulai dari kekerasan ekonomi, beban ganda, diskriminasi politik keluarga, stigma negatif, dan kekerasan sosial.

"Ketika berbicara daha tua di Bali, karena berawal dari saya melihat secara empiris atau kenyataan. Saya ingin melihat bagaimana sebenarnya dalam konteks hukum itu berkaitan dengan keberadaannya di dalam sebuah keluarga," ucapnya saat ditemui Tribun Bali, Sabtu (18/5/2019).

Lebih lanjut, Agung Atu menjelaskan secara prinsip hukum adat Bali adalah daha tua adalah perempuan yang tidak kawin atau menikah, kalau konteks di rumah berhak mengelola hartanya.

Baca: Pernah Dilema Menentukan Perjalanan Hidup, Agung Atu Akhirnya Sukses dalam Bidang Akademis

Namun, menurutnya pada kenyataan seorang daha tua selalu dikesampingkan, dipinggirkan bahkan tidak pernah dilibatkan dalam urusan keluarga.

Halaman
12
Penulis: Noviana Windri
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved