Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Liputan Khusus

 Vape Store Menjamur di Bali, Terdongkrak Jumlah Perokok Elektrik

Sambil memegang vape atau rokok elektrik, Rama berdiri seraya menyedot uap liquid dalam-dalam.

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Gde Bagus Mahardika 

Setelah mengenal Vape, Rama memutuskan untuk berhenti merokok dan beralih menggunakan vape hingga saat ini.

“Aku sudah gak pernah merokok lagi. Sampai sekarang nge-vape aja. Memang sebenarnya aku nge-vape biar bisa berhenti merokok dulu,” katanya.

Sejak beberapa tahun terakhir, rokok elektrik atau vape menjadi tren baru bagi perokok. Toko-toko vape, khususnya di Denpasar, terlihat menjamur.

Ada yang menjadikan vape sebagai pengganti rokok konvensional, ada juga orang-orang baru yang sebelumnya tak pernah mengenal rokok, kecantol menggunakan vape.

Belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa vape mampu menggantikan rokok konvensional bahkan bisa membuat perokok konvensional berhenti merokok.

Namun, cukup banyak yang meyakini bahwa vape mampu menjadi pengganti kecanduan rokok konvensional atau rokok tembakau.

Pengeluaran untuk vape pun disebut-sebut relatif lebih kecil dibandingkan dengan beli rokok konvensional.

“Dari pengalaman selama ini, menurut saya lebih hemat sih pakai vape. Karena kan kita cuma beli liquid yang rata-rata bisa digunakan sepuluh hari seharga Rp 150 ribu. Trus ganti kapas kalau dihitung eceran paling dua hari sekali Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu. Kalau rokok konvensional, kita tahu harganya kan sekarang rata-rata Rp 25 ribu sebungkus. Kalau sehari habis sebungkus ya tinggal kalikan saja,” tutur Rama.

Selain sebagai gaya hidup, nge-vape ternyata juga bisa menghasilkan pundi-pundi uang jika punya keahlian ngetrik. Sebab, hampir setiap enam bulan sekali, ada saja penyelenggaraan event vape tricks di Bali maupun luar Bali.

Biasanya, mereka yang merasa jago nge-trik menggunakan vape, bakal berlomba untuk mengikuti event tersebut.

Biasanya dalam event yang dilombakan itu, dipilih lima orang vape tricks terbaik yang dipilih oleh dewan juri. Hadiahnya pun lumayan banyak, bisa sampai jutaan.

Selain itu, ada juga lomba cloud chaser, yakni peserta diminta membuat asap sebanyak mungkin. Ada juga lomba merangkai kawat koil yang terpasang pada tangki vaporizer atau lomba meracik cairan vape.

“Saya pernah ikut lomba, tapi apes belum dapat juara. Itu empat bulan lalu. Kalau di Bali lumayan banyak yang pinter nge-trik. Ada yang lebih jago dari saya,” ungkap Rama.

Dari nge-vape dan juga keahliannya dalam membuat berbagai trik dari vape, Rama kemudian belajar membuat video-video tentang vape tricks yang dia upload di instagram pribadinya dengan akun @rama8120_ .

Dengan keahliannya dalam vape tricks itu, Rama juga kerap mendapat sponsor dari sejumlah produsen liquid, kawat koil, kapas dan vape, sehingga dirinya bisa mendapatkan produk secara gratis asalkan dia mempromosikan produk mereka.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved