Mantan Perbekel Desa Dauh Puri Klod Diperiksa, Kasus Dugaan Korupsi APBDes Rp 1 Miliar Lebih

Tim penyidik Pidsus Kejari Denpasar kembali memanggil & memeriksa saksi terkait penyidikan perkara dugaan korupsi APBDes Desa Dauh Puri Klod

Mantan Perbekel Desa Dauh Puri Klod Diperiksa, Kasus Dugaan Korupsi APBDes Rp 1 Miliar Lebih
Tribun Bali/I Putu Candra
DIPERIKSA - Mantan Perbekel Desa Dauh Puri Klod, Gusti Made Wira Namiartha, saat menjalani pemeriksaan di Kejari Denpasar, Kamis (27/6/2019). Mantan Perbekel Desa Dauh Puri Klod Diperiksa, Kasus Dugaan Korupsi APBDes Rp 1 Miliar Lebih 

Mantan Perbekel Desa Dauh Puri Klod Diperiksa, Kasus Dugaan Korupsi APBDes Rp 1 Miliar Lebih

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar kembali memanggil dan memeriksa beberapa orang saksi terkait penyidikan perkara dugaan korupsi APBDes Desa Dauh Puri Klod, Denpasar Barat senilai Rp 1 miliar lebih.

Dari tujuh orang yang dipanggil sebagai saksi, hanya enam orang yang hadir dan diperiksa.

Saksi yang dipanggil adalah mantan Kepala Desa (Perbekel) Desa Dauh Puri Klod, I Gusti Made Wira Namiartha, mantan sekretaris Desa Dauh Puri Klod, Ni Luh Made Cihna Kembar Dewi, Kaur Perencanaan, I Putu Wirawan, Bendahara Desa Dauh Puri Klod, Ni Luh Putu Ariyaningsih. Dua petugas pungut Desa Dauh Puri Klod, I Ketut Tangkas dan AA Putu Susilawati, serta anggota Bank BPD Bali, I Nyoman Sada (tidak hadir pemeriksaan).

"Hari ini (kemarin, red) ada pemanggilan saksi dalam rangka penyidikan silpa. Saksi sebanyak 7 orang, tapi yang hadir diperiksa 6 orang. Salah satunya (diperiksa) ada mantan perbekel, dan aparat desa lainnya. Nyoman Sada tidak hadir tanpa memberikan keterangan," jelas Kasi Intelijen (Kasi Intel) sekaligus Humas Kejari Denpasar, Agung Ary Kesuma membenarkan saat dikonfirmasi, Kamis (27/6/2019) sore.

Baca: Ternyata Kulit Pisang Bisa Kurangi Keriput di Wajah, 6 Langkah Ini Bisa Ditiru

Baca: Bersitegang dengan Leo Tupamahu pada Laga BU vs Kalteng Putra, Begini Komentar Sukadana

Pantauan di ruang Pidsus Kejari Denpasar, para saksi diperiksa masing-masing penyidik di ruang terpisah dan jam berbeda.

Agung Ary menyatakan para saksi yang periksa mulai pagi hingga sore.

"Mulai pemeriksaan ada yang dari jam 9 pagi sampai jam 1 siang. Ada juga saksi yang diperiksa dari jam 1 siang sampai sore masih berlangsung pemeriksaannya," terangnya.

Perkara dugaan korupsi APBDes ini dilaporkan berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Khusus dari Inspektorat Kota Denpasar.

Dari LHP Khusus itu, ditemukan selisih silpa tahun 2017 sebesar Rp 1.950.133.000. Dana yang diduga hilang Rp 1.035.000.000.

Baca: Perluas Kerja Sama Strategis, BRI Berikan Fasilitas Kustodian pada BPD Bali

Baca: Oppo Siapkan Inovasi Pesan Teks, Suara, hingga Telepon Tanpa Pulsa, Paket Data, WiFi, dan Bluetooth

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved