Arta Cuti Kerja Demi Pendidikan Anaknya, PPDB Jalur Zonasi dan Suka Duka Orangtua

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019-2020 dengan sistem zonasi menorehkan kisah tersendiri bagi para orangtua di Denpasar

Arta Cuti Kerja Demi Pendidikan Anaknya, PPDB Jalur Zonasi dan Suka Duka Orangtua
Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor
VERIFIKASI - Suasana verifikasi berkas administrasi calon peserta didik di SMA Negeri 4 Denpasar, Sabtu (29/6/2019). Arta Cuti Kerja Demi Pendidikan Anaknya, PPDB Jalur Zonasi dan Suka Duka Orangtua 

Orangtua harus ada saat verifikasi berkas peserta didik.

"Apalagi ini sistem baru, nggak cukup anak sendiri yang datang (mendaftar ke sekolah). Waktu verifikasi berkas harus ada orangtua untuk tanda tangan," tambah Arta.

Meski letak rumahnya ke SMA Negeri 4 Denpasar berjarak 1,4 kilometer, Arta belum mengetahui apakah anaknya dapat diterima sekolah tersebut.

"Sudah ngantre kayak semua. Kita nggak tahu anak kita bisa lulus atau enggak. Kalau dulu kan pakai NEM, jadi kita bisa tahu peluangnya. Kalau ini kita nggak tahu berapa jarak terdekat. Kalau  nggak lulus zonasi di negeri ya ke swasta. Rasanya akan lebih ikhlas kalau siswa boleh memilih sekolah yang ada di kawasannya tapi diurut berdasarkan NEM, bukan jarak. Kalau rumahnya jauh dari sekolah, maka sudah pasti dia nggak diterima di sekolah negeri," demikian  Arta.

Suka duka mengurus PPDB pun dirasakan orangtua yang anaknya hendak melanjutkan ke SMP.

Pada hari pertama pendaftaran, Senin (24/6/2019) lalu, sempat terjadi penundaan sebanyak dua kali. Ini sungguh bikin repot mereka.

Baca: Bali United vs Perseru Badak Lampung FC, Teco Senang Stadion Penuh: Bagus Untuk Semangat Kedua Tim

Baca: 39 Toko Modern Belum Urus Izin, Satpol PP Badung Ancam Tutup Paksa Toko Bodong

Pendaftaran sedianya dilaksanakan pukul 08.00 Wita ditunda ke pukul 12.00 Wita, dan beberapa menit sebelum pukul 12.00 Wita, muncul pemberitahuan lagi bahwa pendaftaran baru dimulai pukul 13.00 Wita.

Hal itu membuat orangtua siswa kelimpungan. Apalagi siswa yang sudah mendaftar pada pagi harinya. Kerepotan itu antara lain dialami Putu Artha Adiputra.

Adiputra mengatakan, Senin siang sewaktu ia masih bekerja, anaknya menelepon sambil menangis mengabarkan harus mendaftar ulang pukul 13.00 Wita.

Dia harus minta izin lagi kepada atasannya. Sang bos pun sempat marah-mrah.

Halaman
123
Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved