Air Sungai di Denpasar Masuk Kategori Tercemar
Dari hasil pengukuran tersebut, khusus untuk sungai yang ada di Kota Denpasar masih masuk kategori tercemar.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Kander Turnip
Sedangkan uji kualitas pada pelabuhan dilakukan di tiga titik yakni timur Pelabuhan Benoa, Selatan Pelabuhan Benoa, dan barat Pelabuhan Benoa.
Dari pengujian tersebut kondisi air pada tiga titik tersebut masuk kategori jernih.
Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLHK Kota Denpasar, Cok Istri Mirahyani meminta masyarakat di Kota Denpasar untuk ikut berpartisipasi menjaga kualitas air, utamanya air sungai.
Dengan begitu ia meyakini kualitas air di Kota Denpasar akan bisa mencapai kelas satu.
“Kami berharap masyarakat ikut berpartisipasi dengan tidak membuang sampah maupun limbah cair langsung ke sungai,” harapnya.
Pihaknya juga mengakui telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas air sungai, salah satunya dengan menggelar lomba sungai bersih di empat kecamatan di Denpasar.
“Kami harap dengan lomba ini kedepannya kualitas air semakin bagus dengan adanya partisipasi dari masyarakat,” katanya.
Ia mencontohkan, Tukad Bindu yang tahun 2013 meraih juara satu dan kini semakin berbenah sehingga bisa menambah daya tarik wisata.
Selain itu berbagai penataan sungai juga telah dilakukan, seperti penataan pada Tukad Badung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sungai-tukad-badung-di-denpasar.jpg)