Potensi Serangan Rabies di Gianyar Besar, Distanak Larang Pungut Anjing Liar

Sebagai langkah antisipasi agar masyarakat tidak terkena rabies karena gigitan anjing, Distandak Gianyar meminta masyarakat tidak memungut anjing liar

Potensi Serangan Rabies di Gianyar Besar, Distanak Larang Pungut Anjing Liar
pixabay.com
Ilustrasi - anjing. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Gianyar menyebut populasi anjing di Kabupaten Gianyar terus mengalami kenaikan signifikan setiap tahun. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Hingga kini kasus rabies masih menjadi fokus serius Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Gianyar.

Sebagai langkah antisipasi agar masyarakat tidak terkena rabies karena gigitan anjing, Distandak Gianyar meminta masyarakat tidak memungut anjing liar.

Selama ini beberapa kasus yang terjadi diakibatkan gigitan anjing yang dipungut di jalanan.

“Kami tahu tujuan masyarakat baik, tapi ada kasus warga yang memungut anjing liar, dan setelah dipelihara dan dirawat secara baik, justru terjangkit rabies,” ujar Kepala Distanak Gianyar, Made Raka  Minggu (7/7/2019).

Raka mengatakan, populasi anjing di Kabupaten Gianyar terus mengalami kenaikan signifikan setiap tahun.

Tahun 2018 lalu, jumlahnya sekitar 55 ribu ekor, sementara tahun ini sudah di angka 75 ribu ekor, baik yang liar maupun yang dipelihara oleh masyarakat.

Dari total tersebut, sebanyak 263 ekor anjing dieliminasi atas permintaan masyarakat.

Pihaknya juga meminta masyarakat tidak membuang anjing sembarangan. Masyarakat dan prajuru banjar juga harus mengawasi lingkungannya supaya tidak dijadikan lokasi pembuangan anjing.

“Sebab anjing liar memiliki potensi rabies yang signifikan. Marilah kita jangan buang anjing sembarangan,” tandasnya.

Berdasarkan data Distanak Gianyar, potensi serangan anjing rabies di Kabupaten Gianyar relatif besar.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved