Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ijazah S1 Sudah Tak Menjamin Bisa Kerja di Denpasar, Begini Penjelasan Kadisnaker

Kami pahami bahwa di perkotaan tingkat pertumbuhan penduduk terus berlanjut apalagi adanya migrasi penduduk

Penulis: Putu Supartika | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Suasana job fair Kota Denpasar hari pertama. "Tidak jaminan S1 itu dapat kerja, karena justru saya ke depan ingin generasi muda lebih awal punya keterampilan. Kalau masalah pendidikan ke sarjanaan sambil jalan bisa dicari," jelasnya. 

Job Fair ini digelar selama tiga hari hingga berakhir pada Kamis (11/6/2019) pukul 08.00-16.00 Wita.

Anom Suradi mengatakan, pelaksanaan job fair kali ini merupakan yang ke-15 kalinya.

Sebanyak 40 perusahaan di bidang keuangan, retail, perdagangan, komunikasi, rumah makan, dan hotel ikut dalam job fair ini.

Menurutnya tersedia sebanyak 2.888 lowongan pekerjaan untuk para pelamar baik yang fresh graduated maupun yang sudah berpengalaman.

"Kami memfasilitasi pencari kerja agar sesuai dengan pekerjaan yang dicari. Selain itu ajang ini juga untuk mengatahui tren pencari kerja, kualitas, jenis pekerjaan dan lowongan yang ada sekaligus untuk mengurangi angka pengangguran di Denpasar," katanya.

Bagi pelamar yang akan melamar pekerjaan di job fair ini wajib membawa kartu kuning.

Jika pelamar memiliki KTP Denpasar bisa membuat kartu kuning di tempat job fair dan bagi yang menggunakan KTP luar Denpasar diawajibkan membawa kartu kuning dari daerah asal mereka.

"Yang dari luar Denpasar wajib bawa kartu kuning asal mereka karena itu berlaku di masing-masing kabupaten. Kartu kuning ini sekaligus pendataan angakatan kerja, dengan punya itu dia akan masuk di sistem," katanya.

Selain job fair ini, para pekerja juga bisa melihat lowongan pada bursa kerja online di http://bursakerja.denpasarkota.go.id/.

Awalnya perusahaan yang ikut mendaftar pada job fair kali ini sebanyak 54, namun setelah dilakukan seleksi digugurkan sebanyak 14 perusahaan.

Dari 40 perusahaan yang ikut, 14 di antaranya merupakan perusahaan yang baru pertamakali ikut job fair ini.

"Kita evaluasi dan utamakan yang lokasinya di Denpasar. Yang dulu pernah ikut tapi tidak melaporkan berapa penyerapan tenaga kerjanya kami cut, kami pending keikutsertaannya," katanya.

Para pelamar kerja jika nantinya diterima tak hanya bekerja di wilayah Denpasar, melainkan di semua wilayah Bali.

Pada pelaksanaan job fair kali ini, ditarget minimal 35 persen tenaga kerja bisa terserap dari jumlah lowongan yang ada.

"Paling lambat 3 bulan setelah job fair sudah ada info ke kami berapa tenaga kerja yang terserap di masing-masing perusahaan, jika tidak catatan kami bahwa dia tidak serius dan tentu tahun depan saya pertimbangkan keikutsertaannya," katanya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved