Warga 'Kebal' Perda, Begini Pemandangan Selokan di Kawasan Ubud, Satpol PP di Mana?

Kondisi ini berada di keramaian. Tak hanya itu, saluran selokan ini juga bermuara ke saluran irigasi pertanian.

Warga 'Kebal' Perda, Begini Pemandangan Selokan di Kawasan Ubud, Satpol PP di Mana?
TRIBUN BALI/I WAYAN ERI GUNARTA
Begini kondisi selokan yang ada di kawasan Ubud yang mendunia. Di dalam selokan tersebut terdapat cairan berwarna abu dengan bau yang menyengat. Sejumlah kantung plastik berisikan sampah yang terikat rapi, juga mengotori selokan ini. 

Warga 'Kebal' Perda, Begini Pemandangan Selokan di Kawasan Ubud, Satpol PP di mana?

TRIBUN-BALI.COM, UBUD – Kabar Gianyar hari ini tentang pencemaran limbah di selokan yang ada di Kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar.

Pencemaran lingkungan dari zat berbahaya serta plastik, masih terjadi di Kabupaten Gianyar.

Ironinya hal ini terpantau di jalur nasional, tepatnya Jalan Raya Singakerta–Sayan, Ubud.

Padahal, Pemkab Gianyar telah memiliki Perda nomer 15 tahun 2015 tentang larangan membuang sampah, limbah cair, dan kotoran lainnya ke sungai, selokan dan saluran pembuangan air, dengan saksi hukuman tiga bulan penjara atau denda Rp 25 juta.

Pantauan Tribun-Bali.com di Jalan Raya Singakerta–Sayan, Ubud, Minggu (14/7/2019), di sebelah timur jalan nasional tersebut terdapat selokan terbuka, dengan kedalaman sekitar dua meter dengan lebar sekitar satu meter.

Tak Mempan Portes Pakai Medsos, Warga Pupuan Sawah Tanam Pohon Pisang dan Kelapa di Jalan Rusak

Fakta 7 Kasus Hubungan Sedarah Sepanjang 2019, Banyak Terjadi Kehamilan dan Melahirkan

Terbangun Lihat Pemandangan Suami Setubuhi Anaknya, Istri Pelaku Teriak dan Langsung Pingsan

Kabar Terkini Gempa Bumi Halmahera, Warga Berhamburan, Bangunan Rusak dan Tanah Retak-retak

Di dalam selokan tersebut terdapat cairan berwarna abu dengan bau yang menyengat.

Sejumlah kantung plastik berisikan sampah yang terikat, juga mengotori selokan ini.

Kondisi ini berada di keramaian. Tak hanya itu, saluran selokan ini juga bermuara ke saluran irigasi pertanian.

Ironisnya lagi, masyarakat setempat terkesan tidak memperdulikan kondisi tersebut.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved