Dihantam Ombak 3 Meter, Kakak Beradik Terseret Arus di Selat Bali Selama 10 Jam, Kami Hanya Pasrah
Dihantam Ombak 3 Meter, Kakak Beradik Terseret Arus di Selat Bali Selama 10 Jam, Kami Hanya Pasrah
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Apes dialami oleh Nyoman Sunarti (34), bersama adik bungsunya Made Wartika (33).
Mesin perahu milik kedua pria asal Dusun Tukad Itam, Desa Seraya Timur, Kecamatan/Kabupaten Karangasem ini tiba-tiba mati, saat berlayar di perairan selat Bali.
Tak pelak, mereka pun terombang ambing di tengah laut, selama kurang lebih 10 jam, hingga terseret keperairan laut Desa Kaliasem, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.
• Pesta Seks Digerebek Polisi, Para Tamu Sedang Beraksi Tanpa Busana, Ada Hard Swing atau Soft Swing
Ditemui Kamis (18/7/2019) sore, Nyoman Sunarti menuturkan, ia bersama sang adik berangkat dari Karangasem, menuju ke Pulau Lombok, menggunakan perahu, pada Selasa (16/7/2019) dinihari.
Mulanya mereka pergi ke Lombok untuk menjual hasil tangkapan ikan tongkol yang jumlahnya mencapai 600 ekor.
Setelah ikan berhasil terjual, pada Rabu (17/7/2019) sekira pukul 19.00 wita, mereka pun memutuskan untuk kembali ke Karangasem.
• Wanita Tewas Terjatuh dari Lantai 9, Polisi Ungkap Korban dan Pasangannya Intim di Jendela
Nahas, dalam perjalanan pulang ke Karangasem, tepatnya pada Kamis (18/7/2019) dinihari, mesin perahu tiba-tiba mati, lantaran kehabisan bensin.
Mesin perahu kata Sunarti, mati tepat di perairan Selat bali.
"Sudah sering ke Lombok. Memang tidak bawa cadangan bensin, karena seharusnya bensinnya itu cukup. Tapi pas di selat Bali ombak cukup tinggi, sekitar 3 meter, jadi bensinnya cepat mati," tutur pria yang dikaruniai dua orang anak ini.
• Izin Praktek Dokter ini Dicabut, Kepergok Gunakan Spermanya untuk Buahi Pasien
Saat mesin mati, Sunarti bersama adiknya pun langsung membentangkan layar yang terdapat di perahu berwarna putih tersebut.
Mereka pun hanya bisa pasrah, mengikuti arah angin membawa perahu mereka.
"Kondisi saat itu sangat gelap, HP juga mati. Ombaknya besar, jadi kami hanya bisa mengikuti arah angin. Tidak ada makan. Hanya minum bekal air putih saja," ungkap Sunarti lirih.
• Inikah Karma? Kapten Vincent Raditya Bongkar Rahasia Lucinta Luna, Lakukan Pengecekan Manifest
Beruntung sekira pukul 10.00 wita (18/7/2019), kedua pria malang tersebut berhasil ditemukan oleh seorang nelayan bernama Andre Yansyah (30).
Andre ketika itu tengah memancing di perairan Desa Kaliasem, dengan jarak sekitar 30 Mil dari bibir pantai.
Andre lantas memberikan bensin kepada kedua pria tersebut, lalu menggiringnya ke bibir pantai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dihantam-ombak-3-meter-kakak-beradik-terseret-arusdi-selat-bali-selama-10-jam-kami-hanya-pasrah.jpg)