Ratusan Tanaman Hias Kerap Hilang, Dinas Perkimta Buleleng Lapor Polisi

Sebanyak 500 tanaman hias untuk memperindah wajah Kota Singaraja diduga hilang dicuri

Ratusan Tanaman Hias Kerap Hilang, Dinas Perkimta Buleleng Lapor Polisi
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Dinas Perkimta akan melaporkan siapa saja yang mencuri atau merusak tanaman hias, peringatan itu dipasang Dinas Perkimta Buleleng, di wilayah Lingkungan Sangket, Kamis (18/7/2019). Ratusan Tanaman Hias Kerap Hilang, Dinas Perkimta Buleleng Lapor Polisi 

Ratusan Tanaman Hias Kerap Hilang, Dinas Perkimta Buleleng Lapor Polisi

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Sebanyak 500 tanaman hias untuk memperindah wajah Kota Singaraja diduga hilang dicuri.

Peristiwa ini diperkirakan terjadi sejak dua bulan lalu, hingga membuat Dinas Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Buleleng mengalami kerugian mencapai Rp 6,7 juta.

Sekretaris Dinas Perkimta Buleleng, I Gede Melandrat dikonfirmasi Kamis (18/7/2019) mengatakan, ratusan tanaman hias itu mulanya ditanam di lima titik, yakni di seputaran Jalan Dewi Sartika, Jalan Kartini, Jalan Mayor Metra, Jalan Jelantik Gingsir dan Lingkungan Sangket.

BERITA FOTO: Suzuki Jimny Generasi Empat di GIIAS 2019, Harga Mulai Rp 315,5 Juta

Imigrasi Kelas I TPI Denpasar Deportasi WNA Rusia

Sementara jenis tanaman yang hilang terdiri dari sambang dara, soka, puring bor merah, puring nuri, puring bangkok, rombusa hijau, sikas, pucuk merah, kembang kertas varigata, palem kuning, brokoli, hingga tri color.

Dimana dari sekian jenis tanaman itu, jenis rombusa hijau yang paling banyak hilang, yakni sebanyak 150 pohon dengan nilai kerugian sebesar Rp 2,4 juta.

Geram dengan kejadian ini, Dinas Perkimta sebut Melandrat telah melaporkan hal ini ke Mapolsek Sukasada sekitar dua minggu lalu. Ia berharap aparat kepolisian dapat segera menangkap pelaku.

Curhat Caleg Yang Fotonya Digugat Karena Terlalu Cantik : Seolah Saya Melakukan Kebohongan Publik

Toyota Perkenalkan 3 Mobil Terbaru di GIIAS 2019, Legenda Mobil Balap Toyota

"Kami tahu ada yang hilang kan karena tenaga lapangan kami kerja setiap hari, dan selalu dicek. Kami menduga tanaman itu diambil dengan cara dicicil. Yang menjengkelkan ini terjadi hampir setiap minggu. Sementara tanaman itu kan untuk konsumsi masyarakat Buleleng, membuat suasana menjadi asri," keluh Melandrat.

Sementara Kapolsek Sukasada, Kompol I Nyoman Landung membenarkan menerima laporan kehilangan tanaman dari instansi pemerintah. Atas laporan itu, pria dengan melati satu di pundak ini mengaku akan segera melakukan penyelidikan.

Kendati demikian, Kompol Landung belum dapat memastikan apakah hilangnya tanaman itu benar dicuri atau tidak.

"Bisa jadi juga karena anak-anak muda yang nongkrong di pinggir jalan, kemudian iseng mencabut tanaman itu. Yang jelas laporannya tetap kami terima, dan masih dalam proses lidik," jelasnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved