Bali Siapkan Pergub Motor Listrik, Bakal Jadi Ikon Indonesia Implementasi Kendaraan Listrik

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mulai menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang kendaraan bermotor listrik (KBL).

Bali Siapkan Pergub Motor Listrik, Bakal Jadi Ikon Indonesia Implementasi Kendaraan Listrik
Warta Kota/Henry Lopulalan
Presiden Joko Widodo mencoba mengendarai motor listrik buatan dalam negeri Gesits seusai melakukan audiensi dengan pihak-pihak yang terlibat proses produksi di halaman tengah Istana Kepresidenan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (7/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mulai menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang kendaraan bermotor listrik (KBL).

Pergub ini akan mengatur aspek kebijakan, pengaturan sistem operasional KBL di Bali, dan pengaturan insentif bagi pemilik KBL termasuk industrinya.

Anggota Kelompok Ahli Pembangunan Bidang Infrastruktur dan Transportasi, Prof. Putu Alit Suthanaya, membenarkan saat ini sedang proses penyusunan Pergub motor listrik ini.

Ia mengungkapkan sebelumnya memang sempat terjadi perdebatan apakah akan menyusun Perda atau Pergub. Karena ingin cepat direalisasikan, maka diputuskan yang dibuat adalah Pergub.

“Tapi Pergub ini tentu menunggu Perpres (Peraturan Presiden) diterbitkan terlebih dulu. Kita sudah punya draft Perpres makanya Pergub disusun berdasarkan draft Perpres,” terang Prof Alit usai FGD terkait persiapan dan penyusunan pilot project implementasi kendaraan listrik di Bali di Aula Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Jumat (19/7).

Tujuan dari disusunnya Pergub intinya adalah ketika KBL beroperasi di Bali harus sudah disiapkan dengan peraturan yang mengaturnya. Yang diatur kemudian mengenai aspek kebijakan, pengaturan sistem operasional KBL di Bali, dan pengaturan insentif bagi pemilik KBL termasuk industrinya.

“Jangan sampai keduluan, kendaraannya sudah tiba di Bali tapi peraturannya pendukungnya belum siap,” kata dia.

Bali ditargetkan menjadi referensi untuk pengembangan KBL di Indonesia.

Pemprov Bali tidak hanya menjadi pemakai, tapi juga tempat perakitan motor listrik ini untuk kemudian dijual ke daerah lain.

Sambungnya, kedepan sebagai prioritas awal yang akan dibuat adalah motor listrik, kemudian secara bertahap dibuat angkutan umum listrik.

Halaman
1234
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved