Kondisi Hotel Melka Singaraja Terpuruk, BKSDA Bali Cek Kesehatan Lumba-lumba Milik Hotel

Pengecekan dilakukan oleh BKSDA Bali mengingat hotel yang terletak di Desa Anturan, Kecamatan Buleleng itu saat ini tengah dalam kondisi terpuruk.

Kondisi Hotel Melka Singaraja Terpuruk, BKSDA Bali Cek Kesehatan Lumba-lumba Milik Hotel
Tribun Bali/Ratu Ayu
Lumba-lumba yang dipelihara di Hotel Melka, Singaraja dicek kesehatannya oleh BKSDA Bali, Senin (5/8/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebanyak empat ekor lumba-lumba jenis hidung botol yang dipelihara Hotel Melka, dicek kesehatannya Senin (5/8/2019).

Pengecekan dilakukan oleh BKSDA Bali, dengan melibatkan sejumlah dokter spesialis, mengingat hotel yang terletak di Desa Anturan, Kecamatan Buleleng itu saat ini tengah dalam kondisi terpuruk. Sehingga dikhawatirkan hewan-hewan yang dipelihara ditelantarkan oleh pihak managemen.

Seperti diketahui, Hotel Melka selama ini menyediakan fasilitas terapi dan atraksi lumba-lumba untuk para pengunjungnya. Lumba-lumba tersebut dipelihara di dalam sebuah kolam.

Dari pantauan di lokasi, proses pengecekan kesehatan tertutup dari awak media.

Penyidik BKSDA Bali, Soemarsono mengatakan, selain lumba-luma, ada 40 satwa lain peliharaan Hotel Melka yang juga dicek kesehatan dan kesejahteraannya. Seperti buaya, ular, burung jalak bali, landak dan burung nuri merah.

Selain karena kondisi hotel yang sedang terpuruk, pengecekan kesehatan ini juga dilakukan sebagai tindaklanjut atas matinya satu ekor lumba-lumba  milik Hotel Melka, pada Sabtu kemarin.

Bangkai lumba-lumba itu pun telah dikirim ke Denpasar untuk dicek penyebab pasti kematiannya.

"Hasil cek kesehatannya akan keluar dua atau tiga hari lagi. Sementara hasil autopsi terhadap lumba-lumba yang mati Sabtu kemarin belum keluar. Sampel organnya masih diperiksa di Balai Besar Veteriner Denpasar.  Kemungkinan sih karena usianya yang sudah tua sekitar 50 tahun," ucapnya.

Mengingat kondisi hotel yang sedang terpuruk, pihak BKSDA Bali masih menunggu keputusan dari pengadilan apakah dapat mengevakuasi seluruh hewan-hewan peliharaan milik Hotel Melka itu ke mitra lembaga konservasi, atau ke beberapa kebun binatang.

Sementara terkait izin, Soemarsono menegaskan jika Hotel Melka telah mengantongi izin resmi dari kementerian untuk memelihara satwa.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved