Kepolisian Indonesia-Belanda Melalui MLA Hentikan Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Penyerahan secara simbolis dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum tersebut berupa tengkorak-tengkorak hewan

Kepolisian Indonesia-Belanda Melalui MLA Hentikan Perdagangan Satwa Liar Ilegal
Tribun Bali/Rino Gale
Pelimpahan barang bukti secara simbolis dari Polri ke Kejaksaan Negeri Denpasar terkait penegakan hukum tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem antar negara Indonesia dan Belanda di Polda Bali, Rabu (14/8/2019), kepolisan Indonesia-Belanda melalui MLA (Mutual Legal Asistent) menghentikan kasus perdagangan ilegal satwa liar yang dilindungi. Kepolisian Indonesia-Belanda Melalui MLA Hentikan Perdagangan Satwa Liar Ilegal 

Kepolisian Indonesia-Belanda Melalui MLA Hentikan Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Laporan Wartawan Tribun Bali- Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelimpahan barang bukti secara simbolis dari Polri ke Kejaksaan Negeri Denpasar terkait penegakan hukum tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem, Indonesia dan Belanda di Polda Bali, Rabu (14/8/2019), kepolisan Indonesia-Belanda melalui MLA (Mutual Legal Asistent) menghentikan kasus perdagangan satwa liar ilegal yang dilindungi.

Penyerahan secara simbolis dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum tersebut berupa tengkorak-tengkorak hewan.

Di antaranya, dua moncong ikan, dua tulang rahang, satu kerapas kura-kura, dua gelang akar bahar, satu tengkorak kepala buaya, dua moncong hiu gergaji, dua tengkorak penyu belimbing, satu tengkorak kepala babi rusa, dan satu buah coral.

Dir Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Linkungan Hidup dan Kehutanan RI, Rasio Rido Sani menjelaskan, proses penyerahan barang bukti dari penyidik Bareskrim Polri kepada Satgas Sumber Daya Alam Kejaksaan.

Satu hal yang penting adalah pihaknya dan kepolisian Belanda melakukan penanganan kasus ini melalui MLA.

"Banyak kejahatan-kejahatan sumber daya alam termasuk perdagangan satwa-satwa ilegal lintas negara, maka penanganan ini harus dilakukan bersama-sama. Baru pertama kalinya diterapkan mekanisme melalui MLA yang disepakati oleh pemerintah Indonesia dan juga Belanda," ujarnya

"Pemerintah Indonesia tidak henti-hentinya menghentikan kejahatan perdagangan ilegal," tegasnya.

Diketahui, dalam kurun waktu antara tahun 2015-2017, tersangka berinsial ER (56) asal Belanda ini sudah melakukan perdagangan ilegal dengan mengirim bagian tubuh satwa liar yang dilindungi dari Bali ke Belanda.

Menurut keterangan Kasubdit 1 Direktorat Tipidter Bareskrim Polri, Kombes Pol Drs Adi Karya Tobing mengatakan, tersangka beserta barang bukti telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Denpasar.

"Pada tanggal 13 Agustus 2019 telah kita limpahkan. Yang jelas tersangka disangkakan pasal 21 ayat 2 dan pasal 40 ayat 2 Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya," ucapnya.

(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Sunarko
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved