HUT Kemerdekaan RI
Bertema Indonesia Independece Day, Bandara Ngurah Rai Bali Adakan Lomba 17-an Unik Ini
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, Bali Airport I Gusti Ngurah Rai tidak ketinggalan dalam memeriahkan hari paling penting
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ady Sucipto
Marmar, seniman pengrajin ogoh-ogoh Bali, kali ini ditantang untuk mengubah ilustrasi hasil karya Monez, ilustrator yang telah melanglang buana dengan memamerkan karya digital dan lukisannya ke berbagai negara, menjadi instalasi seni berupa diorama ombak.
Marmar dikenal sebagai pengrajin ogoh-ogoh yang tidak menggunakan material styrofoam dalam setiap kreasinya, demi pelestarian alam.
“Selain memeriahkan Hari Kemerdekaan dengan lomba-lomba yang dapat diikuti oleh para penumpang, kali ini kami berkolaborasi dengan salah satu mitra bisnis kami, DFS Bali Airport, dengan menghadirkan karya seni megah yang dibuat dari sampah plastik, hasil karya seniman lokal Bali,” ujar Co. General Manager Commercial PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Rahmat Adil Indrawan, Sabtu (17/8/2019).
Ini semua dilakukan dengan semangat kemerdekaan dan turut mengajak para pengguna jasa bandar udara untuk lebih sadar lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Selain bekerjasama dengan DFS Bali Airport juga turut berkolaborasi dengan salah satu komunitas pencinta lingkungan, Komunitas Bye-Bye Plastic Bags.
Komunitas yang digawangi oleh duo bersaudara, Melati dan Isabel Wijsen, ini telah diakui dunia dalam usahanya untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara konsisten dan berkesinambungan telah menerapkan berbagai program bersifat eco-policy sebagai wujud komitmen kami terhadap konservasi alam dan pelestarian lingkungan.
“Sebagai wujud program itu pada tahun 2016 silam, kami mengadakan kegiatan Elimination of Plastic yang ditujukan untuk mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik di area bandar udara, bertujuan untuk menuju eco airport,” imbuh Rahmat Adil.
Namun saat disinggung sudah berapa persen tenant atau merchant yang tidak menggunakan kantong plastik, Rahmat Adil menyampaikan belum 100 persen semuanya melakukannya.
Kedepan diharapkan seluruh tenat akan mengikuti dan mensukseskan program Pemerintah Provinsi Bali dalam pengurangaan penggunaan plastik.
“Hampir sebagian besar tenant sudah mengurangi penggunaan plastik mulai dari straw atau sedotan, kantong plastik dan wrapping yang sudah eco green,” tuturnya.
Karya seni diorama ombak yang menghabiskan 3500 botol bekas itu pun menyita perhatian sejumlah penumpang yang hendak kembali ke Negaranya.
Mereka menyempatkan mengabadikannya dengan berfoto berlatang belakang diorama tersebut.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-lomba-unik-di-terminal.jpg)