Dharma Wacana

Tri Hita Karana Hanya Wacana

Ketika orang-orang membicarakan sebuah ajaran yang adiluhung dalam agama Hindu, khususnya di Bali, selalu mengumandangkan konsep Tri Hita Karana.

Tri Hita Karana Hanya Wacana
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda saat dijumpai usai menjadi narasumber acara sosialisasi revolusi mental diMandala Mhantika Subak Sanggulan, Tabanan, Jumat (9/11/2018).   

oleh Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda

TRIBUN-BALI.COM, -- Ketika orang-orang membicarakan sebuah ajaran yang adiluhung dalam agama Hindu, khususnya di Bali, selalu mengumandangkan konsep Tri Hita Karana.

Tri Hita Karana merupakan tiga penyebab terciptanya kebahagiaan, dengan cara berbakti pada Tuhan, menjaga alam/lingkungan, dan saling menghormati sesama manusia.

Tri Hita Karana selalu menjadi parameter. Bahkan di Bali ada penghargaan yang disebut Tri Hita Karana Award. Di ranah desa adat/pakraman, konsep ini juga selalu diwacanakan.

Tapi selama ini, kita melihat ada suatu hal yang tidak nyambung dengan apa yang diamanatkan oleh ajaran itu. Sebagai sebuah konsep, dia belum menyentuh menyeluruh secara konsepsional.

Selama ini, Tri Hita Karana hanya berada di dunia abstrak atau dunia pikiran, hanya menjadi sebuah ideologi atau masih berada di tataran teori.

Dia belum menjadi sebuah konsepsional, dimana antara dunia pemikiran dan dunia tangkapan lahiriah masih mengalami kesenjangan.

Lalu, apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Banyak hal yang bisa kita pakai sebagai landasan kajian terkait hal ini.

Pertama adalah dari segi kelembagaan. Hingga saat ini, konsep Tri Hita Karana belum terlembaga secara utuh atau belum terjadinya sebuah eksistensi yang maksimal. Kita tak bisa pungkiri, sebagai sebuah ajaran, kita yakin semua umat Hindu di Bali tahu apa itu Tri Hita Karana. Namun dia hanya sekadar ada dalam pikiran dan wacana. Sementara pengejawantahannya, bisa dikatakan sangat kurang.

Tri Hita Karana harus ditindaklanjuti sebagai sebuah bentuk kesadaran, lalu menjadi sebagai sebuah kepemilikan. Sebagai sebuah kepemilikan, memang semua orang sudah tahu bahwa Tri Hita Karana adalah nilai-nilai adat istiadat atau kebudayaan Bali. Meskipun sebenarnya sumber dari konsep ini ada di Kitab Bhagawad Gita (III.10)

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved