Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Petani Terancam Merugi, 42 Hektare Sawah di Tabanan Alami Kekeringan

Menurut data dari Dinas Pertanian, sawah di Tabanan yang mengalami kekeringan seluas 42.4 hektare

Tayang:
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Made Prasetia Aryawan
Kondisi areal sawah di Tempek Jumanik, Subak Apit Jurang, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Tabanan yang mengalami kekeringan, Rabu (28/8/2019). 

Sementara itu, Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Nengah Durmita mengatakan, dari total luasan kekeringan ada tiga spesifikasi yakni ringan sedang dan berat. Salah satu wilayah yang termasuk berat adalah di Subak Apit Jaring ini karena terancam mengalami gagal panen.

"Rata-rata usia padi yang mengalami kekeringan itu sekitar 25-70 hari. Itu tersebar di lima kecamatan yang mengalami kekeringan," ungkapnya.

Menurut Durmita, peristiwa kekeringan ini memang kerap terjadi. Itu disebabkan oleh prediksi musim hujan yang meleset, apalagi sebagian yang mengalami kekeringan itu karena sawah tadah hujan.

"Jika tidak ada hujan dalam waktu dekat, mereka (sawah kekeringan) akan gagal panen," katanya.

Disingung mengenai solusi untuk peristiwa ini, Durmita mengaku hanya bisa mengimbau kepada para petani untuk melakukan sistem pengairan gilir giring.

"Kalau masalah bantuan sebenarnya ada, tapi karena masalah sumber air yang sulit. Ada beberapa sawah yang memiliki sumber air seperti di daerah Kediri, namun jauh sehingga bantuan mesin sedot air tak bisa dimanfaatkan," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved