Minim Pameran dan Lamanya Proses Dokumentasi Ekspor Bikin Pemasaran Handicraft Bali Lesu

Karena selama ini ekspor handicraft mengalami penurunan sejak tahun 2010 sampai sekarang terus turun.

Minim Pameran dan Lamanya Proses Dokumentasi Ekspor Bikin Pemasaran Handicraft Bali Lesu
TRIBUN BALI/ZAENAL NUR ARIFIN
Suasana FGD upaya pemerintah dalam meningkatkan penjualan produk handicraft dan program ekspor.(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin) 

Minim Pameran dan Lamanya Proses Dokumentasi Ekspor Bikin Handicraft Bali Lesu

 
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Kondisi ekspor handicraft di Bali sejak tahun 2010 terus mengalami penurunan, dengan rata-rata penurunan sebesar 2 persen tiap tahunnya.

Melihat dan menyipaki hal tersebut, Lingkar Media Komunikasi menggelar Focus Group Discussion dengan topik Upaya pemerintah dalam meningkatkan penjualan produk handicraft dan program ekspor, Jumat (30/8/2019) di Meeting Room Grand Kesambi Resort & Villa.

Hadir sebagai pembicara di antaranya Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Bali, Ketut Dharma Siadja, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali, serta Bea Cukai Denpasar.

KKN di Desa Penari yang Viral: Ini Cerita Lengkapnya, 3 Nama Paling Disorot, Benarkah di Jatim?

STIMI Handayani Denpasar Gelar Dies Natalis dan Wisuda 181 Sarjana

Kasus Bayi dalam Ember di Sukawati, Mahasiswi ini Belum Mau Bicara Soal Temuan Jasad Bayi

Live Streaming Persib Bandung vs PSS Sleman di Liga 1 2019, Debut Trio Maung Anyar

BREAKING NEWS! Mulut Bayi Seberat 3 Kg Disumpal Kain Dibiarkan Dalam Ember, Begini Kondisinya

Dharma Siadja mengatakan dari FGD ini mengharapkan bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi ekspor handicraft Bali.

Karena selama ini ekspor handicraft mengalami penurunan sejak tahun 2010 sampai sekarang terus turun.

“Kami sangat mengharapkan sekali ada fasilitas dari pemerintah yang bisa meningkatkan ekspor handicraft dari Bali.

Khususnya fasilitas-fasilitas dalam hal desain dan juga dalam hal pameran.

“Kita mesti melakukan pameran di dalam negeri maupun di luar negeri. Karena tanpa pameran orang-orang tidak akan tahu barang-barang atau desain-desain yang bagus-bagus yang bisa kita hasilkan,” ungkapnya.

Serta diharapkan masalah dokumen-dokumen tambahan bisa dipangkas agar mempercepat suatu proses ekspor.

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved