Pengalaman Horor Agung Yudha Hingga Jadi Sutradara Dread Team Bali

Cerita horor bisa jadi menarik bagi orang-orang yang menyukai tantangan.Seperti cerita AA Ngurah Bagus Kesuma Yudha yang dari pengalamannya dengan hal

Pengalaman Horor Agung Yudha Hingga Jadi Sutradara Dread Team Bali
Dok Agung Yudha
Pendiri Dread Team Bali, Eka Dirgantara, Agung Yudha, Gung WS saat pembuatan film dreamcatcher, 2014 lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Cerita horor bisa jadi menarik bagi orang-orang yang menyukai tantangan.
Seperti cerita AA Ngurah Bagus Kesuma Yudha yang dari pengalamannya dengan hal mistis akhirnya membuat film horor yang tersaji dalam Dread Team Bali.

Dread Team Bali terbentuk tahun 2014, telah menghasilkan beberapa film horor pendek berlandaskan tema–tema yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.

AA Ngurah Bagus Kesuma Yudha, sutradara film horor Dread Team Bali mengatakan, berbagai pengalaman mistis pernah dialami sebelum membentuk Dread Team Bali bersama dua orang temannya, Gung WS dan Eka Dirgantara.

"Sebelum Dread Team ada, saya bersama teman-teman dengan mengajak seorang yang indigo, pernah membuat ekspedisi atau ngvlog di salah satu kampus negeri yang ada di Denpasar yang saat itu masih dalam proses pembangunan. Kegiatan dilakukan jam 11 sampai jam 3 pagi pada Tahun 2009. Ada beberapa keanehan yang dialami seperti, merekam wujud di salah satu ruang kelas," ungkap pria yang akrab disapa Agung Yudha.

Saat itu diceritakan lampu ruangan tersebut hidup mati hidup mati dengan pola tertentu, seolah dimainkan.

Tampak juga bentuk-bentuk aneh atau bayangan yang dikira adalah patung, namun bayangan itu bergerak ke kiri dan kanan di dalam ruangan.

"Kami juga melihat wujud seperti seorang pria yang berjenggot, namun badannya tidak terlihat jelas," kenangnya.

Ekspedisi lainnya yang tidak terlupakan oleh Agung adalah di sebuah kubu yang ada di tengah sawah di Padangsambian.

Seperti biasa, kegiatan itu dilakukan malam hari Pukul 23.00 malam sampai Pukul 05.00 pagi.

"Ketika kami masuk ke sebuh rumah-rumahan yang ada di sawah atau kubu, memang tidak ada sesuatu. Tapi saat keluar dari kubu tersebut, orang indigo yang kami ajak muntah-muntah. Menurutnya ia melihat kejadian yang telah lalu di lokasi tersebut, ada orang yang pernah meninggal gantung diri," ceritanya.

Halaman
123
Penulis: Ida A M Sadnyari
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved