Pengalaman Horor Agung Yudha Hingga Jadi Sutradara Dread Team Bali

Cerita horor bisa jadi menarik bagi orang-orang yang menyukai tantangan.Seperti cerita AA Ngurah Bagus Kesuma Yudha yang dari pengalamannya dengan hal

Penulis: Ida A M Sadnyari | Editor: Ady Sucipto
Dok Agung Yudha
Pendiri Dread Team Bali, Eka Dirgantara, Agung Yudha, Gung WS saat pembuatan film dreamcatcher, 2014 lalu. 

"Saya berusaha berpikir logis, saat itu saya menjadi petugas dokumentasi. Ketika malam inagurasi ada kelompok yang membuat pagelaran komedi horor pocong-pocongan.

Saat pocongnya lompat, ada teman yang teriak karena mengaku melihat pocong itu melompat tinggi sekali.

Saya minta dia istirahat, saat itu saya membalikkan badan, tiba-tiba telinga terasa tuli, tidak bisa dengar apa-apa.

Termasuk ketika hendak memanggil teman, saya juga tidak bisa bicara seperti tertahan dan badan terasa berat, ternyata menurut teman-teman yang saat itu di lokasi mengatakan saya kesurupan. Seorang teman yang bisa melihat mengatakan ada sesuatu yang mencoba masuk ke badan saya tapi mental karena ada yang menjaga saya,” kenangnya.

“Bahkan saat kejadian tersebut, tidak ada yang bisa memindahkan saya karena berat sekali, fasenya sekitar satu jam. Saat sadar, baru badan terasa capek sekali, napas terasa pendek dan tidak bisa mengingat kejadian tersebut. Bahkan sempat tidak mengingat siapa diri ini,” jelasnya.

Agung Yudha mengaku meyakini betul adanya alam niskala di samping alam sekala.

“Saya percaya itu ada dan efeknya ketika kami membuat film horor ini, konsekuensi itu sudah tahu. Sehingga kami antisipasi terlebih dahulu, misalnya dengan meminta izin terlebih dahulu, sembahyang, karena saat pembuatan film pasti banyak yang datang dan melihat,” ungkapnya.

Dalam pembuatan film, Agung Yudha kerap merasa dibantu dan dimudahkan karena film yang dibuat memilik taksu.

Film horor menurutnya memang disukai oleh ornag-orang tertentu.

“Menonton film horor itu ibaratnya seperti olah raga, karena otak kita mengantisipasi rasa takut, mecoba menebak jalan cerita dan merespon film dari visual dan audio. Itu secara tidak langsung menghilangkan stres,” katanya.

Maka saat orang nonton film horor dan mneikmati, maka dia bisa menghilangkan stres.

Tapi, Agung Yudha mengingatkan, jangan terlalu serius atau terbawa suasana ketika menonton film horor, karena bisa bahaya, bisa kerasukan, dan mimpi buruk.

“Saat ini kami sudah punya 14 film horor yang bisa dinikmati melalui channel Youtube kami dreadteambali. Dalam waktu dekat, ada 2 film lagi yang akan kami launching,” ungkap pria berkaca mata ini.
Melalui channel youtube.com/dreadteambali, Agung Yudha mengajak untuk menyaksikan berbagai film horor, gore serta ulasan horor bertajuk Hiteror yang telah dibuat oleh Dread Team. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved