BPJS Kesehatan

Dr. Dayu: Keterbukaan Informasi Publik BPJS Kesehatan Aksesnya Sangat Mudah dan Jelas

BPJS Kesehatan pun sebagai salah satu Badan Hukum Publik telah memiliki ketentuan terkait dengan Keterbukaan Informasi Publik.

Dr. Dayu: Keterbukaan Informasi Publik BPJS Kesehatan Aksesnya Sangat Mudah dan Jelas
BPJS Kesehatan
dr. Ida Ayu Agung Dewi Sawitri mengungkapkan BPJS Kesehatan sangat membantu memberikan kemudahan dalam memperoleh data dan informasi yang jelas dan tepat sesuai ketentuan yang berlaku berkaitan dengan penelitian yangsedang dia kerjakan. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 yang merupakan produk hukum Indonesia secara tegas mengatur mengenai Keterbukaan Informasi Publik oleh badan publik untuk membuka akses bagi setiap pemohon informasi publik termasuk di dalamnya informasi tertentu yang dikecualikan.

Setiap badan publik memiiki ketentuan tersendiri untuk melindungi informasi yang dimilikinya dan mengatur informasi mana saja yang dapat dan tidak dapat diberikan kepada pemohon informasi, namun tetap tidak bertentangan dengan Undang-Undang yang berlaku.

BPJS Kesehatan pun sebagai salah satu Badan Hukum Publik telah memiliki ketentuan terkait dengan Keterbukaan Informasi Publik tersebut.

Ketentuan yang disesuaikan dengan undang-undang yang berlaku dibuat untuk mengatur akses informasi bagi pemohon informasi publik agar dapat memberikan suatu acuan kepada Petugas Informasi Publik dan juga Pemohon Informasi agar dapat berproses secara aman dan nyaman serta mudah.

Hal ini dibuktikan langsung oleh salah satu pemohon informasi publik yang melakukan penelitian dalam bentuk wawancara di BPJS Kesehatan Cabang Klungkung untuk keperluan Tesis tentang Sistem Rujukan Online Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kabupaten Gianyar.

Namanya adalah dr. Ida Ayu Agung Dewi Sawitri (36).

Perempuan yang akrab disapa dr. Dayu ini merupakan salah satu dokter yang bertugas di rumah sakit pemerintah di Kabupaten Gianyar sekaligus salah satu Mahasiswa Pasca Sarjana MIKM Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Saat ditanya alasan ia mengambil topik rujukan online dr. Dayu menyatakan topik tersebut sangat menarik dan cocok untuk diangkat sebagai tesis.

“Rujukan Online ini sangat menarik dan masih terbilang baru, belum banyak yang meneliti tentang hal ini bahkan di negara-negara berkembang terutama di Asia. Penelitian kualitatif seperti ini masih sangat minim, apalagi ini menimbulkan berbagai macam reaksi di tengah-tengah masyarakat khususnya peserta JKN-KIS. Namun tentu tujuannya pasti sangat baik yaitu untuk peningkatan akses dan kualitas layanan JKN-KIS dan memberikan berbagai kemudahan kepada pihak-pihak yang terkait di dalamnya,” ujar perempuan yang beralamat di jalan Rambutan Gianyar.

Ia pun memuji ketentuan BPJS Kesehatan tentang akses keterbukaan informasi publik, menurutnya BPJS Kesehatan telah membantu memberikan kemudahan bagi pemohon informasi publik.

Kemudahan tersebut ia rasakan dalam memperoleh data dan informasi yang jelas dan tepat berkaitan dengan penelitian yang tengah ia kerjakan.

Persyaratannya pun mudah dan data yang ia peroleh sesuai dengan kebutuhan tesisnya.

“Saya sangat merasa terbantu tanpa menemui kesulitan dalam proses pengajuan ijin penelitian hingga tahap pengumpulan data yang telah saya lakukan, saya sangat berharap hasil penelitian ini nantinya dapat menjadi bahan masukan bagi BPJS Kesehatan serta pemangku kebijakan yang terkait di dalam penyempurnaan sistem rujukan online sehingga dapat meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dalam penyelenggaraan program JKN-KIS di Indonesia,” tutup dr. Dayu. (*)

Editor: Widyartha Suryawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved