Permudah Layanan, Wabup Kembang Hartawan Ingatkan Warga Siapkan Kartu BPJS Saat Berobat
Wabup Jembrana mengunjungi I Made Sueca yang sempat viral karena mengamuk lantaran kurang puas terhadap pelayanan rumah sakit
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Irma Budiarti
Kesalahpahaman sering terjadi saat masyarakat datang berobat tidak menyiapkan kartu BPJS-nya terlebih dahulu.
“Masyarakat datang berobat tidak memiliki kartu, diwajibkan petugas mengurus kartu terlebih dahulu. Ada kerugian waktu, pikiran bahkan tenaga di situ. Padahal inginnya cepat dilayani. Nah, hal-hal itu kerap kali terjadi, menyebabkan emosi sehingga timbul keluhan,” kata Kembang.
Karena itu ia berharap masyarakat menyiapkan terlebih dahulu kartu BPJS-nya, mengecek apakah masih aktif atau belum terdaftar sama sekali.
Karena setiap orang, dikatakannya, pasti akan pernah sakit dan dirawat.
Termasuk bagi mereka yang baru menikah dimintanya untuk segera mendaftarkan diri.
“Segera bikin akta sebagai syarat mengurus BPJS. Penting dicatat, menghindari permalasahan terjadi, sebaiknya BPJS harus ada sebelum digunakan,“ katanya.
Sementara itu, kepada Wakil Bupati Kembang Hartawan, I Made Sueca mengakui, dirinya pada Senin (2/9/2019) malam lalu, sempat emosi dan jengkel terhadap pelayanan yang diberikan petugas di IGD RSU Negara.
Saat itu diceritakan Sueca sehari sebelum ke RSU Negara, (Minggu, Red) anaknya pulang dari Denpasar karena keadaan janin dalam kandungan istrinya tidak ada gerakan seperti biasanya.
Kemudian anak dan menantunya melakukan kontrol ke salah satu praktek dokter spesialis kandungan di Negara.
“Ke Dokter Rai, kontrol di sana katanya sudah tidak ada denyut nadi. Keputusan dari Dokter Rai itu katanya sudah meninggal. Kemudian diberikan surat rujukan harus ke rumah sakit,” ujarnya.
Selain itu Sueca juga mengaku kesal dengan pelayanan petugas rumah sakit, seolah-olah dirinya disepelekan sehingga mengakibatkan malam itu dirinya mencak-mencak karena dalam pikirannya, sangat khawatir dengan kondisi kesehatan menantunya yang janin dalam kandungannya sudah meninggal.
Atas kejadian itu kepada Wabup Kembang, Sueca menyampaikan permohonan maaf.
Terlebih lagi berita itu sempat viral dan menyudutkan RSU Negara.
“Saya memohon maaf atas kejadian itu, bukan maksud menjatuhkan nama baik RSU Negara. Tidak sama sekali. Saat itu saya sedang bingung karena mendapat pelayanan yang saya anggap kurang baik dari petugas. Tapi yang saya juga sesalkan kenapa bisa viral, bahkan ada informasi hoaks yang beredar,” cetusnya.
Sueca juga mengakui saat itu sedang emosi karena tidak mendapatkan informasi yang utuh akan kondisi penanganan menantu beserta bayinya yang dinyatakan sudah meninggal dalam kandungan.
Namun saat ini diakuinya semua sudah terselesaikan dengan baik.
Begitupun menantunya dalam kondisi baik setelah melahirkan secara normal dan telah diperbolehkan pulang.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wakil-bupati-jembrana-made-kembang-hartawan-saat-menemui-sueca-di-kediamannya-jumat-692019.jpg)