Terbuat dari Anyaman Bambu, Maskot Porprov Bali Tabanan Angkat Filosofi Si Banteng Bali yang Kuat
Siteng (Si Banteng) adalah Maskot Porprov Bali XIV di Tabanan tahun 2019. Si Banteng atau bahasa Bali-nya Siteng ini berarti kuat.
Penulis: Marianus Seran | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Marianus Seran
TRIBUN-BALI.COM - Siteng (Si Banteng) adalah Maskot Porprov Bali XIV di Tabanan tahun 2019. Si Banteng atau bahasa Bali-nya Siteng ini berarti kuat.
Maskot setinggi enam meter yang berdiri di Taman GWS Tabanan itu terlihat sangat elok.
Perpaduan antara seni dan modern menjadi satu dalam maskot ini.
Berbahan utama bambu, maskot ini akan menghiasi acara pembukaan Porprov Bali XIV di Tabanan, Senin (9/9/2019) pagi.
Seniman asal Tabanan, I Wayan Sudarna Putra (Nano) 43 tahun adalah pria yang berada di balik karya anyaman bambu ini.
Bersama enam orang rekannya, Bli Nano membutuhkan waktu 10 hari untuk menghasilkan karya seni Maskot Siteng ini.
• Bali Art Project, Sebuah Upaya Menjalin Komunikasi antara Prefektur Shizuoka dengan Bali
• 60 Calon Perbekel Bakal Bertarung dalam Pilkades 2019 di Denpasar
"Bahannya kombinasi besi dan bambu. Pertama buat kerangka besi baru bambu dianyam. Saya memang concern karya patung anyaman bambu sejak tahun 2013," kata Bli Nano.
Ia mengaku, meski merupakan lulusan ISI Yogyakarta dari jurusan seni lukis, ia tertarik juga dengan anyaman bambu.
Apalagi saat ini banyak karya bambu yang berfungsi mendukung lingkungan.
"Anyaman bambu seperti ini saya mulai dengan proyek lingkungan. Saya punya proyek menanam pohon kemudian anyaman bambu ini berfungsi sebagai protektor bibit yang saya tanam," jelas Bli Nano.
Dia mengatakan, sudah menanam pohon sebanyak 50 dan membuat 50 karya bambu secara khusus melindungi pohon tersebut.
" Sebelumnya saya juga bikin karya bambu yang lain juga. Ada juga di beberapa festival. Ini baru viral, kemudian banyak seniman yang buat. Tapi Akhirnya KONI Tabanan juga tawari untuk saya membuat Siteng," ujarnya
Secara teknis Bli Nano mengatakan tidak menemui kesulitan. Waktu yang sempit, menjadi kendala karena harus kejar-kejaran dengan waktu untuk menyelesaikan anyaman.
• Bekali Mahasiswa dengan Menulis Ekspresif, Pelatihan Jurnalistik Digelar FKH Unud
• Kini, Kedai dengan Segala Jenis Makanan dan Minuman Dapat Ditemukan di Porprov Bali XIV Tabanan
"Kemarin kami angkut utuh dari lokasi anyaman ke taman GSW. Tinggi Maskot enam meter sesuai permintaan KONI, memang sulit saat membawa ke sana, "katanya sembari tertawa.
Pada desainnya, di tangan Maskot Siteng ini, terpasang Obor Api Porprov Bali. Nantinya Gubernur Bali I Wayan Koster akan menyalahkan api Porprov Bali saat pembukaan Senin (9/9/2019) sore. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/maskot-siteng-porprov-bali-xiv-di-taman-gws-tabanan.jpg)