Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sudiasa, ODS yang Lukisannya Kini Dipamerkan di Rumah Berdaya Denpasar 

I Nyoman Sudiasa lahir 1974 dan berasal dari Desa Titap, Busungbiu, Buleleng. Pada awal bulan Mei tahun 2001, ia mengalami skizofrenia.

Tribun Bali/Putu Supartika
Seorang pengunjung sedang mengamati lukisan karya Nyoman Sudiasa 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebuah pameran lukisan bertajuk Dekontruksi Hakiki ditampilkan dalam peringatan hari jadi ketiga tahun Rumah Berdaya Denpasar.

Pameran ini menampilkan karya dari Nyoman Sudiasa.

Ia merupakan salah seorang ODS (Orang dengan Skizofrenia) dan kini menjadi koordinator Rumah Berdaya Denpasar.

I Nyoman Sudiasa lahir 1974 dan berasal dari Desa Titap, Busungbiu, Buleleng.

Pada awal bulan Mei tahun 2001, ia mengalami skizofrenia.

"Saya mengamuk di tempat kerjanya dan dilarikan ke Rumah Sakit Sanglah. Karena kerap saya diajak ke RSJ Bangli," katanya, Kamis (12/9/2019) sore.

Dirawat beberapa hari akhirnya keadaannya semakin membaik.

Di sela-sela harinya ia pun mulai melukis.

Banyak Orang Baper Terhadap Cinta Sejati Habibie dan Ainun, Inilah Pandangan Cinta Menurut Sains

TRIBUN WIKI - 7 Rekomendasi Toko Pakan Burung di Kota Denpasar

"Dari dulu, senang menggambar sebagai bentuk ekspresi, ngegambar di buku gambar kecil, juga buku tulis. Dan setelah di Rumah Berdaya semakin intens," katanya.

Lukisan pertama yang dibuat berjudul 'Malu' dan 'Polusi' pernah dipamerkan di Galeri Cata Odata, Ubud.

"Saya mulai melukis, menggambar, masih tetap sebagai sarana untuk ekspresi dan saat ada yang beli membuat saya semakin termotivasi," katanya.

Sudiasa suka dengan corat-coret dengan pensil, tidak ada tema, melukis spontan.

"Warna itu perasaan hati, seperti saya mulai dengan merah. Dulu suka menggambar wajah kotak-kotak. Ekspresi ini tidak menghitungkan sesuatu, untuk mengekspresikan diri saya lakukan spontan, tidak memikirkan kayak gini-kayak gitu. Apa perasaan saat itu, tidak ada suatu cerita di awal, cerita itu ada saat proses melukis," katanya.

Kebanyakan lukisan karya Sudiasa berupa wajah-wajah, bibir, mata, tangan dengan dasar merah dan pilihan warna yang menyala.

Dinas Pertanian Jembrana Sosialisasi Rabies ke Siswa SD di Zona Merah

Edarkan 732,10 Gram Sabu, Wawan dan Septiana Dituntut 15 Tahun Penjara

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved