Ribuan Orang Ikuti Bersih-bersih Sampah Plastik di Pantai Sanur
Ribuan peserta dari elemen pelajar, mahasiswa, instansi pemerintah, kepolisian, serta masyarakat umum ikut dalam kegiatan Bali resik sampah plastik
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Ribuan Orang Ikuti Bersih-bersih Sampah Plastik di Pantai Sanur
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ribuan peserta dari elemen pelajar, mahasiswa, instansi pemerintah, kepolisian, serta masyarakat umum ikut dalam kegiatan Bali resik sampah plastik.
Acara ini digelar Sabtu (21/9/2019) pagi di Pantai Sanur, Denpasar, Bali, mulai pukul 06.00 Wita.
Para peserta membawa peralatan kebersihan seperti karung, sapu, penjepit sampah, bahkan ada yang membawa sabit.
Mereka berjalan di pesisir pantai sambil memungut satu per satu sampah yang ditemui di sepanjang pesisir pantai.
Tak hanya sampah plastik, sampah dedaunan juga dipungut lalu dibawa ke truk pengangkut sampah DLHK.
Di sela-sela kegiatan ini beberapa peserta juga terlihat ada yang berfoto maupun ngobrol dengan sesamanya.
Salah seorang mahasiswa, Hendra Adi yang ikut dalam acara ini juga terlihat ikut antusias memungut sampah yang ada di pesisir pantai.
Ia membawa karung sebagai wadah sampah yang dipungutnya.
"Saya memang tertarik dengan kegiatan seperti ini. Apalagi kini pemerintah telah mengeluarkan peraturan untuk pengurangan kantong plastik. Sebagai generasi muda, saya juga wajib ikut menjaga alam ini," katanya.
Selain di Pantai Sanur, aksi bersih-bersih ini juga dilaksanakan serentak di seluruh Bali.
Ketua FKUB yang juga Bendesa Agung Majelis Desa Adat Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet mengatakan aksi bersih-bersih yang digelar serentak ini merupakan Gerakan Suksma Bali dalam mendukung World Clean Up Day.
"Dengan melaksanakan gerakan serentak bersih-bersih lingkungan, terutama terhadap sampah plastik, yang dilaksanakan serentak di seluruh bali adalah merupakan gerakan yang sangat baik dan mulia, juga merupakan gerakan yang baik untuk menjaga Bali agar selalu bersih, indah, suci dan harmonis," katanya.
Ia pun mengajak Para Angga Majelis Adat, Para Bendesa Adat, Krama Bali, Para Pengurus Majelis Agama, semua umat beragama dan seluruh masyarakat Bali berpartisipasi, mendukung secara aktif gerakan ini di lingkungan masing-masing.
"Dengan gerakan ini kita juga berperan dalam menjaga alam dan kehidupan di Bali agar selalu shanti jagadhita," katanya.
Gerakan ini juga bertujuan selalu menyadarkan dan membangkitkan semangat masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dan keharmonisan alam Bali.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bersih-bersih-sampah-plastik-di-pantai-sanur-denpasar-bali-sabtu-2192019.jpg)