10 Tanda bahwa Anda Terjebak dalam Hubungan yang Tak Bahagia

Dari pengalaman psikoterapis Ross Grossman, mayoritas pasangan memperdebatkan tiga hal, yakni uang, seks, dan kekuasaan

10 Tanda bahwa Anda Terjebak dalam Hubungan yang Tak Bahagia
kompas.com
Ilustrasi pernikahan 

TRIBUN-BALI.COM - Pernikahan tak akan selalu seindah yang ditampilkan dalam media sosial. Saat menjalaninya, akan selalu ada pasang dan surut.

Namun, jika tidak bisa menjalaninya, kita akan terjebak dalam ketidakbahagiaan.

Dari pengalaman psikoterapis Ross Grossman, mayoritas pasangan memperdebatkan tiga hal, yakni uang, seks, dan kekuasaan. Tiga hal tersebut biasanya berpusat pada kekuasaan.

Misalnya, siapa yang memutuskan kapan melakukan hubungan seks, siapa yang memutuskan bagaimana uang harus dibelanjakan dan sebagainya.

"Kebanyakan orang ingin memiliki semacam 'agensi' dalam hubungan mereka. Mereka ingin bisa bersuara,” kata Grossman.

Terkadang, satu pihak bisa bertindak terlalu jauh sehingga pihak yang lain merasa seperti budak karena harus melakukan perintah atau permintaan pasangan.

Inilah yang menyebabkan pernikahan tidak bahagia.

Pihak yang merasa berkuasa biasanya merasa paling tahu apa yang terbaik, sehingga jika pasangan tak mau memenuhi apa yang diinginkannya, ia merasa orang tersebut harus dihukum.

Mental sok tahu ini menyebabkan banyak masalah dalam pernikahan dan merasa ada hal yang tidak bisa terpenuhi dalam pernikahannya.

Tanpa kita sadari, sebenarnya ada beberapa hal yang menunjukan "tanda merah" dalam pernikahan kita.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved