10 Tanda bahwa Anda Terjebak dalam Hubungan yang Tak Bahagia
Dari pengalaman psikoterapis Ross Grossman, mayoritas pasangan memperdebatkan tiga hal, yakni uang, seks, dan kekuasaan
Namun, hanya bertindak sebagai pihak yang menjadi korban tidak bisa menyelesaikan masalah.
Tetapkan batasan yang sehat pada apa yang bisa dan tidak bisa kita toleransi. Sekali lagi, kita harus menyadari jika manusia bisa saja membuat kesalahan.
9. Menyimpan dendam
Tidak bisa menerima kesalahan, menuntut pasangan untuk selalu bertindak sempurna aadalah bentuk hubungan yang tidak sehat.
Apalagi jika kesalahan kecil pun tidak termaafkan dan malah menimbulkan dendam.
"Menyimpan dendam seperti meludahi musuhmu dengan menelan racun. Memaafkan sebenarnya bisa menjadi hal terbaik yang bisa dilakukan karena itu membebaskan Anda dari rasa sakit karena kebencian," kata Grossman.
• Butuh 55 Orang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar Tak Punya Arsiparis
• Sikapi RKUHP, PHRI Bali: Itu Menyinggung Hal-hal yang Masuk Ranah Pribadi
10. Pasangan tidak mau menerima permintaan maaf
Wajar jika kita sesekali membuat kesalahan. Beberapa orang mungkin tidak bisa memaafkan kesalahan pasangan jika kesalahan yang dilakukan terlampau besar, seperti berselingkuh.
Namun, jika kesalahan yang dilakukan pasangan bukan hal-hal semacam melanggar komitmen pernikahan atau kekerasan fisik, penting untuk membuka pintu maaf.
Selalu menolak upaya untuk memperbaiki kesalahan adalah tanda-tanda rusaknya sebuah hubungan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Tanda Terjebak dalam Pernikahan yang Tak Bahagia"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-pernikahan_20150806_162959.jpg)