Bali Interfood 2019 Perkiraan Nilai Transaksi Capai Rp 100 Miliar dengan Target 13 Ribu Pengunjung

Dengan adanya acara ini maka minat dari pada chef pastry di semua hotel berbintang lebih banyak untuk menampilkan produk makanan khas Bali

Bali Interfood 2019 Perkiraan Nilai Transaksi Capai Rp 100 Miliar dengan Target 13 Ribu Pengunjung
Tribun Bali/Meika Pestaria Tumanggor
konferensi pers event2 Bali Interfood 2019 di Bali Tourism Board, Senin (23/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali/ Meika Pestaria Tumanggor

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pameran Bali Interfood 2019 kembali digelar Krista Exhibitions untuk keempat kalinya.

Pemeran ini akan diselenggarakan pada tanggal 26-28 September 2019, di Bali Nusa Dua Convention Centre.

Hal ini disampaikan CEO Krista Exhibitions, Daud D Salim saat menggelar konferensi pers di Bali Tourism Board, Senin (23/9/2019).

Selain memamerkan produk makanan dan minuman yang berkualitas dan menampilkan teknologi di bidang makanan, pameran Bali Interfood 2019 juga mempopulerkan pastry bakery, dengan menggelar perlombaan yang melibatkan seluruh industri perhotelan di Bali bersama Indonesia Pastry Alliance.

Terinsipirasi Program KB 4 Anak Pemprov Bali, JR17 Band Rilis Single “Keluarga Krama Bali”

Plafon Berjatuhan, Ketut Darmawan Tak Mampu Selamatkan Kakaknya, Sang Kakak Tewas Terpanggang

"Dengan adanya acara ini maka minat dari pada chef pastry di semua hotel berbintang lebih banyak untuk menampilkan  produk makanan khas Bali di pameran Bali Interfood ini," ujar Daud D Salim.

Daud D Salim menargetkan jumlah pengunjung pada Bali Interfood 2019 sebanyak 13.000 orang atau naik sebanyak 25 persen dari pameran tahun sebelumnya.

"Kalau pengunjung kita targetkan naik 25 persen. Peserta juga ada peningkatan 25 persen," kata Daud D Salim.

Sedangkan untuk nilai transaksi selama event ini berlangsung, Daud D Salim memperkirakan mencapai Rp 100 miliar.

"Kita tidak menargetkan nilai transaksinya, tapi kami memperkirakan sekitar Rp 100 miliar. Karena ada peralatan peralatan hotel, restoran, kafe, dan catering yang memiliki nilai investasi relatif tinggi," ujar Daud D Salim.

TRIBUN WIKI - 8 Klinik Buka 24 Jam di Denpasar Beserta Alamatnya

Polisi Temukan Bercak Darah di Mobil Terios, Nyoman Suarningsih Dihabisi Pacar di Dalam Mobil?

"Seperti peralatan untuk kopi, harganya satu unit bisa berkisar Rp 50 juta sampai Rp 100 juta ke atas. Juga peralatan untuk masak memasak ataupun teknologi di mana satu alat bisa membuat masakan hampir 90% jenis masakan bisa dilakukan oleh alat ini. Di manapun hotel berada, ataupun restoran berada, resepnya bisa diprogram, dimasukin ke alat ini, sehingga kalaupun chef itu tidak ada di lokasi, yang lainnya bisa menggantikan mengerjakannya dengan menggunakan alat teknologi masak ini," lanjut Daud D Salim. (*)

Penulis: Meika Pestaria Tumanggor
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved