Surati Perbekel, Pemkab Larang Wisatawan Berenang di Pantai Diamond dan Klingking
Terkait beberapa kali kejadian kecelakaan terhadap wisatawan, saya ambil langkah tegas. Menutup aktivitas berenang di dua destinasi
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Rangkaian kecelakaan yang menewaskan wisatawan di Nusa Penida, membuat Pemkab Klungkung terus berbenah.
Mengantisipasi kejadian serupa, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengeluarkan larangan bagi siapa saja untuk berenang di objek wisata Pantai Diamond, di Desa Pejukutan, dan Pantai Klingking di Desa Bunga Mekar.
Pihaknya pun telah bersurat ke perbekel, untuk melarang aktivitas berenang di dua objek wisata tersebut.
"Terkait beberapa kali kejadian kecelakaan terhadap wisatawan, saya ambil langkah tegas. Menutup aktivitas berenang di dua destinasi, yakni di Diamond Beach dan Pantai Klingking. Bahkan saya sudah bersurat terkait hal ini," ujar Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Senin (23/9/2019).
Menurutnya, keputusan itu ia ambil setelah adanya Kejadian kecelakaan yang merenggut nyawa wisatawan asal India, Shafulnizam Bin Jamaludin (40) di pantai Diamond, Rabu (18/9/2019) lalu.
Pasca kejadian itu, Suwirta langsung memerintahkan intansi terkait memasang papan larangan berenang di dua destinasi tersebut.
• Polisi Temukan Bercak Darah di Mobil Terios, Nyoman Suarningsih Dihabisi Pacar di Dalam Mobil?
• TRIBUN WIKI - 8 Klinik Buka 24 Jam di Denpasar Beserta Alamatnya
"Ada beberapa pertimbangan, kenapa saya larang aktivitas berenang di dua destinasi itu. Pertama, karena di destinasi itu pesisirnya sedikit, dan ombaknya sangat berbahaya. Kedua, kami tidak siagakan balawista di dua destinasi itu. Karena memang dua destinasi itu, sangat berbahaya untuk aktivitas berenang," ungkap Suwirta.
Ia pun menekankan, larangan hanya untuk aktivitas berenang. Wisatawan masih diperbolehkan berwisata ke lokasi tersebut, hanya saja menikmati keindahan pantai dari pesisir.
Wisatawan maupun pemandu wisata, diharapkan tetap memprioritaskan keselamatan mereka saat berwisata.
"Dikunjungi masih boleh, hanya berenang saja dilarang," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga akan mengecek beberapa jasa wahana dan agen pariwisata di Nusa Penida.
Becermin dari kejadian kecelakaan di Devil Tears Lembongan beberapa waktu lalu, ada agen yang dianggap mengabaikan keselamatan karena menawarkan jasa keliling Pulau Lembongan, dengan menggunakan speedboat kecil.
• Pertama Kali Diadakan di Denpasar, Peserta Pelatihan Komik Strip Capai 150 Orang
• Wagub Cok Ace Nilai Pasal 252 RKUHP Dapat Mengancam Pengobatan Alternatif di Bali
"Saya juga akan cek satu-satu pelaku pariwisata di Nusa Penida, kenapa ada pihak yang berani menawarkan tur wisatawan naik boat kecil keliling Lembongan? Belum tau kondisi perairan di Nusa Lembongan, tapi nekat dan ini membahayakan wisatawan. Ini harus ditelusuri," tegasnya.
Selain itu, ada beberapa wahana di sekitar Pantai Diamond yang juga menurutnya harus dicek izin, hingga keamanannya.
"Saya lihat ada wahana swig di sekitar Diamond Beach. Ini pun akan saya cek, apa sudah ada izinnya? Standar keamanannya bagaimana? Saya harap warga lokal, termasuk pelaku wisata mari bersama-sama jaga kenyamanan dan keamanan wisatawan. Serta jaga citra pariwisata Nusa Penida," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wisatawan-berwisata-di-destinasi-pantai-klingking-di-nusa-penida.jpg)