Banyak Saraf dan Pembuluh Darah, Jangan Sepelekan Sakit pada Otot Leher 

Selain menggunakannya dalam beraktivitas, hampir tidak ada orang yang memberi perhatian lebih pada bagian leher kecuali ketika sakit.

Banyak Saraf dan Pembuluh Darah, Jangan Sepelekan Sakit pada Otot Leher 
banjarmasin.tribunnews.com
Ilustrasi pijatan di atas leher 

TRIBUN-BALI.COM - Berat kepala manusia pada umumnya berkisar antara 4,5 hingga 5 kg, atau lebih dari 5 persen total berat tubuh.

Jika tubuh secara keseluruhan ditopang oleh otot-otot besar seperti pada kaki, batang tubuh dan bahu, kepala didukung oleh banyak sekali otot-otot yang lebih kecil pada bagian leher.

Selain menggunakannya dalam beraktivitas, hampir tidak ada orang yang memberi perhatian lebih pada bagian leher kecuali ketika sakit.

Gejala sakit leher pun menjadi hal yang sangat umum terjadi.

Dokter terapi fisik Rachel Tavel menjelaskan, tulang belakang leher adalah bagian teratas dari tulang belakang.

Ini terdiri dari tujuh vertebra dan 26 otot, di antaranya banyak struktur lain seperti pembuluh darah dan saraf.

Tulang belakang leher bergerak dan menstabilkan kepala, berfungsi sebagai jalan bagi seluruh tubuh untuk terhubung dengan otak.

Massa Aksi Bali Tidak Diam Tuntut Kehadiran Ketua DPRD Adi Wiryatama

Menghalangi Sel Kanker, Menekan Penyakit Jantung, 7 Manfaat Kunyit yang Diakui Penelitian Barat

Postur menunduk yang kita lakukan, misalnya saat melihat ponsel, laptop atau membaca buku, bisa menyebabkan posisi kepala maju berkelanjutan dan dapat menyebabkan pelemahan dan rasa sakit di leher.

Nyeri leher yang tidak diobati dapat menyebabkan masalah lain seperti sakit kepala, sakit rahang dan bahkan bahu atau punggung.

Sayangnya, saat melatih otot tubuh, biasanya kita mengabaikan otot leher, kecuali jika kita seorang pemain bola atau petarung.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved