Berita Banyuwangi

Dukung Gerakan Gemar Membaca, Bupati Anas Cetuskan agar Perpustakaan Didirikan di Tempat Wisata

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mencetuskan agar perpustakaan bisa didirikan di tempat-tempat wisata.

Dukung Gerakan Gemar Membaca, Bupati Anas Cetuskan agar Perpustakaan Didirikan di Tempat Wisata
haorrahman
Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca, di Pendopo Banyuwangi, kerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Senin (30/9/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Di era derasnya arus teknologi informasi seperti saat ini, butuh langkah out of the box untuk membuat generasi milenial gembar membaca buku atau berkunjung ke perpustakaan.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mencetuskan agar perpustakaan bisa didirikan di tempat-tempat wisata.

Anas mengatakan, anak-muda saat ini tidak bisa dilepaskan dari ketergantungan pada smartphone dan koneksi internet.

Hal ini tidak bisa dihindari, tapi justru stakeholder terkait harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi.

Pemkab Badung Serahkan Hibah Kendaraan Operasional ke BPN Badung

Pendapatan Restribusi IMB di Badung Menurun, Per September Terealisasi Rp 9,8 M dari Target 35 M

“Sekarang eranya sudah berubah, anak-anak maunya baca di handphone, maka digitalisasi buku menjadi salah satu cara. Tapi ini belum cukup, perlu langkah yang out of the box agar perpustakaan mampu menarik perhatian pembaca mudanya,” ujar Bupati Anas, dalam Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca, di Pendopo Banyuwangi, kerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Senin (30/9/2019).

Anas mengusulkan agar perpustakaan bisa dibangun di pusat-pusat wisata. Karena saat ini travelling menjadi salah satu kebutuhan utama kaum milenial.

“Jadi bukan hanya buku-bukunya saja yang baru tapi tempat membacanya juga baru. Bisa di-branding image berwisata sambil membaca buku. Ini kan cukup keren, karena kalau perpustaakan di tengah kota itu sudah biasa meskipun tetap penting juga keberadaannya,” terangnya.

Anas mengatakan, meningkatkan minat baca pada generasi muda, menjadi agenda penting di tengah gempuran teknologi informasi yang terus berkembang.

Jelang Pelantikan Anggota DPR RI, Mulan Jameela Ngaku Banyak Tanya ke Senior

Sekda Bali Bantah Ada Kisruh Antara Denpasar dan Bangli terkait PHR  

“Tingkat literasi negara kita termasuk rendah dibandingkan negara tetangga seperti Singapura atau Malaysia. Ini bukan hanya pekerjaan rumah bagi pemerintah pusat ataupun daerah, tapi butuh keterlibatan semua pihak untuk menumbuhkan minat baca anak,” kata Anas.

Anas juga mendorong perpustakaan nasional bisa menerbitkan buku-buku berbasis potensi lokal yang bisa menjadi referensi internasional.

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved