Pengakuan Sopir Truk Pasir di Buleleng Tertangkap Nyabu, Wayan Sukarayasa: Biar Tidak Ngantuk

Berdalih agar tidak mengantuk saat bekerja, Wayan Sukarayasa alias Procot (27) nekat mengonsumsi narkotika jenis sabu.

Pengakuan Sopir Truk Pasir di Buleleng Tertangkap Nyabu, Wayan Sukarayasa: Biar Tidak Ngantuk
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
 Polisi menunjukkan tersangka Procot (kiri) dan tiga pelaku narkoba lainnya, Selasa (1/10/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Berdalih agar tidak mengantuk saat bekerja, Wayan Sukarayasa alias Procot (27) nekat mengonsumsi narkotika jenis sabu.

Akibatnya, pria yang kesehariannya bekerja sebagai sopir pengangkut pasir ini pun terancam mendekam di balik jeruji besi selama kurang lebih 12 tahun lamanya.

Ditemui di Mapolres Buleleng Selasa (1/10), Procot mengaku mulai mengonsumsi barang haram tersebut sejak empat bulan yang lalu.

Wanita Asal Buleleng Ini Kedapatan Bawa Sabu, Luh MS Kembali Diciduk

Sabu-sabu itu rutin ia konsumsi saat bekerja pada malam hari.

"Saya makainya malam-malam saja, biar tidak ngantuk. Saya sering ngambil pasir di Karangasem," ucapnya.

Kepada Tribun Bali, pria asal Banjar Dinas Kelodan, Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng ini mengaku membeli sabu kepada seorang pengedar di Desa Penglatan.

"Saya beli di dekat rumah untuk pakai sendiri. Awalnya hanya coba-coba saja," terangnya.

Sementara Kasat Narkoba Polres Buleleng, AKP I Made Derawi mengatakan, Procot masuk dalam target operasi dalam giat Operasi Antik 2019.

Dari klasifikasi, kata AKP Derawi, selain mengonsumsi, Procot juga merupakan seorang pengedar.

Rem Blong, Truk Angkut 1,5 Ton Barang Bekas Terguling di Jalur Denpasar-Gilimanuk

Sebab, barang bukti yang ditemukan sebanyak tiga paket sabu, dengan totoal berat 0.28 gram brutto.

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved