Wabup Made Kasta Dorong Perkembangan Pokdarwis Desa Bakas

Nanti wisatawan menginap bisa kami ajak menjalani kehidupan di desa. Mulai dari belanja di pasar, sampai kelas memasak masakan Bali.

Wabup Made Kasta Dorong Perkembangan Pokdarwis Desa Bakas
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Wabup Made Kasta dan Dinas Pariwisata Klungkung, melakukan pengecekan terhadap perkembangan desa wisata Bakas dan Timuhun, Selasa (1/10/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Wabup Made Kasta dan Dinas Pariwisata Klungkung, melakukan pengecekan terhadap perkembangan desa wisata Bakas dan Timuhun, Selasa (1/10/2019).

Rombongan ini untuk mengetahui kesiapan pokdarwis di desa setempat, dalam mengembangkan destinasi di wilayahnya.

Dalam kunjungannya, rombongan pemkab mengunjungi destinasi wisata di Desa Bakas.

Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Desa wisata Bakas dalam setahun terakhir tengah mengembangkan beberapa program wisata berkonsep Agroculture Tracking.

" Kami mengecek perkembangan beberapa desa wisata yang dikembangkan pokdarwis. Jangan sampai di awal menjamur, tapi berangsur-angsur hilang dan tidak berkembang," ujar Wabup Made Kasta.

Ketua Pokdarwis Desa Bakas Kadek Widiasa menjelaskan, dalam perkembanganya, Desa Wisata Bakas mengembangkan destinasi tracking dengan panorama hamparan pertanian.

Penggunaan Kontrasepsi pada Pria Masih Rendah, Mengapa?

Rem Blong, Truk Angkut 1,5 Ton Barang Bekas Terguling di Jalur Denpasar-Gilimanuk

Wisatawan juga ditawarkan untuk ikut merasakan kehidupan di desa wisata, dengan menginap di perumahan warga yang diubah menjadi home stay.

" Nanti wisatawan menginap bisa kami ajak menjalani kehidupan di desa. Mulai dari belanja di pasar, sampai kelas memasak masakan Bali. Kami juga mengajak tamu secara alami, melihat atraksi budaya, semisal melihat anak-anak desa latihan menari dan megambel. Termasuk membuat dan bermain layang-layang," ungkap Kadek Widiasa.

Meski demikian, ada beberapa masalah yang dihadapi Pokdarwis setempat untuk mengembangkan destinasinya. 'Semisal belum adanya BUMdes di Bakas, yang bisa berfungsi sebagai badan pengelola desa wisata.

"Saat ini sistem kami masih donasi. Apalagi Pokdarwis itu sistemnya ngayah, sehingga masih perlu dukungan dari semua pihak untuk mengembangkan desa wisata," jelasnya.

KB 4 Anak Krama Bali, Begini Tanggapan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

Musim Kemarau Berdebu, Musim Hujan Berlumpur, Potret Jalan Antar Banjar di Desa Ban, Kubu

Selain itu, desa setempat juga masih ada kendala terkait masalah keterbatasan anggaran dalam pengelolaan destinasi wisata.

Hal ini pun menjadi masalah hampir semua desa yang tengah mengembangkan destinasi wisata di wilayahnya

"Kami berharap semangat Pokdarwis masih sama sedari awal, untuk mengembangkan destinasi wisata. Mengingat Pokdarwis itu sistemnya ngayah. Modal awal pun masih dengan patungan swadaya pengurus Pokdarwis," jelasnya.

Perbekel Desa Bakas I Wayan Murdana, juga meminta pengurus Pokdarwis untuk membuat program pengembangan wisata yang dapat dialokasikan melalui ADD tahun 2020. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved